Label

Jumat, 05 April 2013

Konsep Ilmu Budaya Dasar


Hore... Unesco Setujui Batik Warisan Budaya dari Indonesia!

BOGOR, KOMPAS.com--Lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang membawahi masalah kebudayaan, UNESCO, telah menyetujui batik sebagai warisan budaya tak benda yang dihasilkan oleh Indonesia.

Keberhasilan itu telah dilaporkan oleh Menko Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pertemuan di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin.

Menurut Menko Kesra, peresmian batik sebagai warisan budaya tak benda dari UNESCO itu akan diselenggarakan pada suatu rangkaian acara pada 28 September 2009 hingga 2 Oktober 2009 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

"Kami telah menerima pemberitahuan dari UNESCO bahwa batik diakui sebagai satu warisan dunia yang dihasilkan dari bangsa Indonesia," ujarnya.

Untuk merayakan keberhasilan itu, lanjut dia, Presiden Yudhoyono mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk mengenakan pakaian batik demi penghargaan terhadap kebudayaan Indonesia tersebut.

"Presiden menyampaikan untuk memelihara itu. Menbudpar sendiri telah memberikan jaminan bahwa batik akan terus dibudayakan di Indonesia," ujarnya.

Warisan budaya tak benda kemanusiaan merupakan satu dari tiga daftar yang dibuat di bawah Konvensi UNESCO 2003 mengenai Perlindungan Warisan Budaya Tak Benda untuk Kemanusiaan.

Sejak 2008, pemerintah telah melakukan penelitian lapangan dan melibatkan komunitas serta ahli batik di 19 provinsi di Indonesia untuk menominasikan batik sebagai warisan budaya tak benda kemanusiaan dari UNESCO.

Menurut Menko Kesra, UNESCO menilai batik sebagai ikon budaya bangsa yang memiliki keunikan serta simbol dan filosofi yang mendalam mencakup siklus kehidupan manusia.

"Batik bukan hanya dianggap budaya yang berasal dari Indonesia, tetapi diakui sebagai satu representasi dari budaya tak benda dari kemanusiaan," ujarnya.

Sebagai kain tradisional, lanjut dia, batik kaya akan nilai budaya sebagai kerajinan tradisional yang diwarisi secara turun temurun.

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik mengatakan, sejak 2003 kebudayaan Indonesia telah diakui oleh UNESCO dengan diraihnya sertifikat wayang sebagai warisan budaya tak benda dan keris sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia.

Selanjutnya, menurut Jero, pemerintah sedang menominasikan angklung sebagai warisan budaya dari Indonesia.

"Kita terus memperjuangkan satu per satu karya budaya," ujarnya.

Sumber

Opini
Akhirnya batik menjadi suatu situs warisan budaya tak benda yang dihasilkan oleh indonesia, menjadi kebanggaan sendiri akan kekayaan budaya yang sudah sehari-hari dikenakan mendapat pengakuan dari UNESCO. Kita sendiri tahu akan pengklaiman budaya kita oleh negeri tetangga yang makin merajalela dan kian menjadi, apa saja bisa mereka klaim berasal dari negerinya. Oleh sebab itu kita juga harus mengerti budaya-budaya di negeri kita sendiri dan memulai gerakan untuk melersatrikan kebudayaan demi kelangsungan budaya  itu sendiri.
Menurut saya pemerintah juga harus cepat turun tanggan menangani krisis budaya yang terjadi di indonesia karena jika suatu saat budaya kita di klaim lagi, kita dapat memastikan kalau itu berasal dari Indonesia. Kita juga tidak bisa meminta pemerintah saja yang bekerja karena kitalah yang menjalankan pelestariannya sehingga pemerintah dapat berkolaborasi dan memperlancar jalannya pelestarian kebudayaan bangsa.

Selasa, 02 April 2013

Manusia dan Kebudayaan


Perayaan Sewindu Tahun Baru Sunda digelar di Bandung

Bandung - Sistem penanggalan merupakan salah satu kebutuhan esensial bagi manusia untuk mengetahui waktu dalam melaksanakan kehidupan. Dalam sistem penanggalan nusantara, terdapat berbagai macam siklus dengan waktu yang berbeda di setiap daerah. Salah satunya di tatar sunda, yang bulan ini tepat sewindu tahun baru kalender sunda 1 Suklapaksa Kartika 1949 Caka Sunda.

"Keberadaan penanggalan kalender sunda ini selain memiliki tujuan mengembangkan kebudayaan, juga pada akhirnya adalah untuk kesejahteraan rakyat. Maka khazanah warisan budaya asli bangsa ini diharapkan dapat menjadi semacam data sejarah titik awal kebangkitan intelektual bangsa dan sekalihus memperkokoh identitas bangsa," ujar Panitia Pelaksana Miranda H Wihardja kepada wartawan, di Sapulidi Sawah Resort Senin (22/10/2012).

Acara diawali dengan penampilan karinding, rajah bubuka Kidung Siliwangi Ambu Ottih Rostoyati dan doa bersama.

Selanjutnya, para tamu undangan dihibur oleh penampilan Angklung Buhun dan Tarawangsa.

Dalam acara ini juga dipaparkan Sewindu Kalender Sunda Caka Sunda oleh Miranda H Wihardja dari Bengkel Studi Budaya dan Prof Dr Suhardja D Wiramihardja dari Astronomi ITB. Juga kalender sunda menurut Pinisepuh Sunda dan menurut pewaris tahta, menurut waktu nusantara dan menurut penerus nusantara.

Acara akan ditutup oleh penampilan wayang goleh Putu Giri Hardja yang didalangi oleh Dede Chandra Sunarya.

Sumber

Opini
Memang erat kaitannya kebudayaan dengan manusia, terlihat dari kebudayaan di Indonesia yang memiliki ragam budaya. Sungguh hebat negeriku ini sampai detik ini banyak orang yang masih memikirkan untuk melestarikan budaya dari nusantara, tidak hanya "perayaan sewindu tahun baru sunda" namun budaya-budaya indonesia lainnya yang sudah mulai memudar di kalangan remaja zaman sekarang.
Dengan adanya perayaan-perayaan kita dibawa kembali ke masa lalu untuk mengingat estetika dari budaya yang sudah mulai terlupakan, ini juga sebuah bentuk penyelamatan kebudayaan agar generasi muda selalu menjaga dan melestarikan budaya-budaya yang terdapat di negeri ini.

ISD Sebagai Salah Satu MKDU


Kemendikbud Segera Laksanakan Gerakan Antiputus Sekolah

BANJARMASIN, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) segera melaksanakan program gerakan antiputus sekolah bagi pelajar sekolah dasar hingga sekolah menengah atas melalui pemberian beasiswa secara terus-menerus.

"Saat ini, angka putus sekolah di Indonesia masih relatif cukup tinggi sehingga perlu ada gerakan yang didukung oleh seluruh pihak terkait, baik melalui pendekatan program maupun sosial," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, di Banjarmasin, Sabtu (9/2/2013).

Pendekatan program dimaksud, kata dia, antara lain dengan memberikan beasiswa bagi anak-anak dari keluarga miskin mulai SD hingga SMP bahkan SMA. "Selama ini, anak-anak yang mendapatkan beasiswa di SD masih merasa khawatir kalau melanjutkan ke SMP atau SMA, tidak memiliki jaminan mendapatkan beasiswa kembali," jelas Mendikbud.

Kekhawatiran tersebut, kata dia, membuat angka putus sekolah--mulai tingkat SD hingga SMA--masih relatif sangat tinggi, apalagi yang bisa melanjutkan ke perguruan tinggi, angkanya masih sangat jauh.

Mendikbud menggambarkan, pada tahun 2007, dari 100 persen anak-anak yang masuk SD, yang melanjutkan sekolah hingga lulus hanya 80 persen, sedangkan 20 persen lainnya putus sekolah.

Dari 80 persen yang lulus SD, hanya sekitar 61 persen yang melanjutkan ke SMP maupun sekolah setingkat lainnya, kemudian dari jumlah tersebut yang sekolah hingga lulus hanya sekitar 48 persen.

"Tentu ini adalah jumlah yang sangat memprihatinkan, mengingat pendidikan SD--SMP merupakan pendidikan dasar yang seharusnya dimiliki oleh seluruh generasi muda Indonesia saat ini," katanya.

Sementara itu, dari 48 persen tersebut, yang melanjutkan ke SMA tinggal 21 persen dan berhasil lulus hanya sekitar 10 persen, sedangkan yang melanjutkan ke perguruan tinggi hanya sekitar 1,4 persen.

Selanjutnya, berdasarkan penelitan pada tahun 2011, terjadi sedikit peningkatan anak yang melanjutkan ke SMP dari 61 persen menjadi sekitar 70 persen, dan yang masuk perguruan tinggi menjadi 4,4 persen.

Menekan angka putus sekolah tersebut, kata dia, perlu gerakan serempak, bukan hanya dilakukan oleh pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pemerintah pusat, melainkan juga oleh guru, kepala sekolah, dan pihak sekolah lainnya.

Setiap sekolah, kata dia, harus memiliki data anak didikinya, dan mengawal mereka hingga lulus sekolah dan melanjutkan ke jenjang berikutnya. Bila ada yang tidak melanjutkan, kepala sekolah atau guru wajib mendatangi ke rumahnya dan mengantarkan langsung untuk mendaftar ke sekolah yang diinginkan karena telah ada jaminan beasiswa yang secara otomatis berkesinambungan.

"Jemput anak-anak yang tidak melanjutkan sekolah dan antar serta daftarkan, ini adalah tanggung jawab sosial kita," katanya.

Menurut Nuh, pendidikan merupakan jalur terbaik untuk memperbaiki kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat karena biasanya anak miskin yang tidak sekolah akan menikah dengan orang miskin juga, yang pada akhirnya juga akan melahirkan anak-anak yang lebih miskin. "Rantai kemiskinan ini yang harus kita putus melalui pendidikan," kata Nuh.

Sumber

Opini
Menurut saya pendidikan di Indonesia memang harus terus ditinggkatkan, agar sumber daya manusia yang bermutu dan berkualitas lebih banyak lagi di Indonesia. Untuk masa depan yang cerah para pemimpin bangsa harus jauh melihat ke masa depan demi pembangunan dan masuk ke era yang lebih baik lagi.
Karena saat ini pendidikan di Indonesia tergolong kurang menyeluruh dan bahkan bisa dibilang minim fasilitas pada daerah-daerah tertentu yang tidak terjangkau oleh pemerintah daerah, banyak juga anak-anak di Indonesia yang tidak dapat menerima pendidikan dikarenakan masalah-masalah tertentu (internal) memaksa untuk tidak memilih jalan pendidikan dikarenakan banyak alasan seperti biaya pendidikan di zaman sekarang yang semakin tinggi.