Label

Senin, 23 November 2015

Fitur dari Telematika

  Fitur dari telematika melibatkan interface (antarmuka) merupakan layanan yang disediakan sistem operasi sebagai sarana interaksi antara pengguna dengan sistem operasi. Antarmuka pemakai (User Interface) dapat menerima dan memberi informasi dari user untuk membantu dalam menemukan solusi dari pemecahan masalahnya. Hal yang paling utama dalam membangun user interface adalah kemudahan dalam memakai atau menjalankan sistem, interaktif, komunikatif, dan tidak memperlihatkan kesulitan dalam membangun atau mengembangkan program tersebut.
Terdapat dua jenis tipe antarmuka, yaitu :

A.Command Line Interface(CLI)
  CLI adalah tipe antarmuka dimana pengguna berinteraksi dengan sistem operasi melalui text-terminal. Pengguna menjalankan perintah dan program di sistem operasi tersebut dengan cara mengetikkan baris-baris tertentu. Meskipun konsepnya sama, tiap-tiap sistem operasi memiliki nama atau istilah yang berbeda untuk CLI-nya. UNIX memberi nama CLI-nya sebagai bash, ash, ksh, dan lain sebagainya. Microsoft Disk Operating System (MS-DOS) memberi nama command.com atau Command Prompt. Sedangkan pada Windows Vista, Microsoft menamakannya PowerShell. Pengguna Linux mengenal CLI pada Linux sebagai terminal, sedangkan pada Apple namanya adalah commandshell.

B.Graphical User Interface(GUI)
  GUI adalah tipe antarmuka yang digunakan oleh pengguna untuk berinteraksi dengan sistem operasi melalui gambar-gambar grafik, ikon, menu, dan menggunakan perangkat penunjuk ( pointing device) seperti mouse atau track ball. Elemen-elemen utama dari GUI bisa diringkas dalam konsep WIMP ( window, icon, menu, pointing device).


Adapun beberapa fitur yang terdapat pada antarmuka pengguna telematika, yaitu :

A.Head Up Display System
  Head Up Display (HUD) merupakan sebuah tampilan transparan yang menampilkan data tanpa mengharuskan penggunanya untuk melihat ke arah yang lain dari sudut pandang biasanya. Asal nama dari alat ini yaitu pengguna dapat melihat informasi dengan kepala yang terangkat (head up) dan melihat ke arah depan daripada melihat ke arah bawah bagian instrumen. Walaupun HUD dibuat untuk kepentingan penerbangan militer, sekarang HUD telah digunakan pada penerbangan sipil, kendaraang bermotor dan aplikasi lainnya.

B.Tangible User Interface
  Tangible User Interface, yang disingkat TUI, adalah antarmuka dimana seseorang dapat berinteraksi dengan informasi digital lewat lingkungan fisik. Nama inisial Graspable User Interface, sudah tidak lagi digunakan. Salah satu perintis TUI ialah Hiroshi Ishii, seorang profesor di Laboratorium Media MIT yang memimpin Tangible Media Group. Pandangan istimewanya untuk tangible UI disebut tangible bits, yaitu memberikan bentuk fisik kepada informasi digital sehingga membuat bit dapat dimanipulasi dan diamati secara langsung.

C.Computer Vision
  Computer Vision (komputer visi) merupakan ilmu pengetahuan dan teknologi dari mesin yang melihat. Dalam aturan pengetahuan, komputer visi berhubungan dengan teori yang digunakan untuk membangun sistem kecerdasan buatan yang membutuhkan informasi dari citra (gambar). Data citranya dapat dalam berbagai bentuk, misalnya urutan video, pandangan deri beberapa kamera, data multi dimensi yang di dapat dari hasil pemindaian medis.

D.Browsing Audio Data
  Browsing audio data adalah kemampuan mesin untuk mencari data dengan menggunakan input audio. Suatu ketika kita mendengarkan sebuah kilasan lagu dan kemudian kita merasa terkesan dengan lagu tersebut. Meskipun kita hanya mendengarkan secara sekilas, tetapi membuat kita ingin tahu lagu siapakah itu? Browsing audio data pada suara tidak seperti browsing teks pada tulisan. Hal ini disebabkan perbedaan sifat antara tulisan dan suara.  Pada tulisan, apa yang ditulis bisa tetap ada secara permanen tertulis sedangkan  pada audio atau suara sifatnya hanyalah sementara maksudnya setelah bunyi suara  terdengar maka selanjutnya suara tersebut akan menghilang. Karena sifat suara yang tidak permanen  itulah maka untuk melakukan pencarian dalam audio data harus selalu dilakukan pengulangan dalam membunyikan suara tersbut. Browsing audio data dilakukan dengan cara konsep pendengar dan pembicara/speaker. Sebuah rekaman suara dirubah menjadi beberapa bagian dan setiap bagian akan dibunyikan oleh pembicara/speaker yang berbeda. 
Semua bagian dari rekaman tersebut dibunyikan secara bersamaan atau dengan katalain semua pembicara atau speaker  sedang berbicara dalam waktu yang sama. Pendengar mendengarkan semua suara dari semua pembicara atau speaker,  jika ada perkataan dari seorang pembicara (misalnya pembicara 1) yang sama atau mirip dengan  kata-kata search-key yang sedang dicari maka suara dari pembicara yang lainnya akan dikecilkan  untuk memperjelas dan memastikan bahwa suara dari pembicara 1 adalah yang sama kemudian didapat kesimpulan  bahwa sebuah rekaman yang tadinya dipotong menjadi beberapa bagian itu adalah data audio yang sedang dicari.

E.Speech Recognition
  Dikenal juga dengan pengenal suara otomatis (automatic speech recognition) atau pengenal suara komputer (computer speech recognition). Merupakan salah satu fitur antarmuka telematika yang merubah suara menjadi tulisan. Istilah ‘voice recognition’ terkadang digunakan untuk menunjuk ke speech recognition dimana sistem pengenal dilatih untuk menjadi pembicara istimewa, seperti pada kasus perangkat lunak untuk komputer pribadi, oleh karena itu disana terdapat aspek dari pengenal pembicara, dimana digunakan untuk mengenali siapa orang yang berbicara, untuk mengenali lebih baik apa yang orang itu bicarakan. Speech recognition merupakan istilah masukan yang berarti dapat mengartikan pembicaraan siapa saja.

F.Speech Synthesis
  Speech synthesis merupakan hasil kecerdasan buatan dari pembicaraan manusia. Komputer yang digunakan untuk tujuan ini disebut speech syhthesizer dan dapat diterapkan pada perangkat lunak dan perangkat keras. Sebuah sistem text to speech (TTS) merubah bahasa normal menjadi pembicaraan.

Sumber :
https://cepul22.wordpress.com/my-task/fitur-antarmuka-pada-telematika/
http://aangpaduraksa.blogspot.co.id/2013/12/antarmuka-telematika-dan-fiturnya.html
https://sasrianaoctavinia.wordpress.com/2015/10/30/fitur-antarmuka-telematika/

Minggu, 22 November 2015

Layanan dari Telematika

   Telematika adalah singakatan dari telekomunikasi dan informatika yang diadopsi dari bahasa perancis “TELEMATIQUE” yang dapat diartikan sebagai pertemuan sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Layanan telematika merupakan layanan dial up ke internet maupun ke semua jenis jaringan yang daidasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Dalam bahasa inggris disebut juga Telematics Services ini sudah banyak digunakan oleh pemerintah Indonesia untuk menunjang kebutuhan dan kenyamanan masyarakat.Beberapa layanan yang terdapat pada layanan telematika seperti :
1.Layanan Telematika di Bidang Informasi
2.Layanan Telematika di bidang Keamanan
3.Layanan Context Aware dan Event-Based
4.Layanan Perbaikan Sumber

1. Layanan Informatika di Bidang Informasi
    Penggunaan telematika dan aliran informasi harus berjalan seimbang dan penggunaanya harus ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk pemberantasan kemiksinan dan kesenjangan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selain itu, teknologi telematika juga harus diarahkan untuk menjembatani kesenjangan politik dan budaya serta meningkatkan keharmonisan di kalangan masyarakat. Salah satu fasilitas bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yaitu melalui internet dan telefon. Ada baiknya bila fasilitas publik untuk mendapatkan informasi terus dikembangkan, seperti warnet dan wartel. Warung Telekomunikasi dan Warung Internet ini secara berkelanjutan memperluas jangkauan pelayanan telepon dan internet, baik di daerah kota maupun desa, bagi pelanggan yang tidak memiliki akses sendiri di tempat tinggal atau di tempat kerjanya. Oleh karena itu langkah-langkah lebih lanjut untuk mendorong pertumbuhan jangkauan dan kandungan informasi pelayanan publik, memperluas pelayanan kesehatan dan pendidikan, mengembangkan sentra-sentra pelayanan masyarakat perkotaan dan pedesaan, serta menyediakan layanan “e-commerce” bagi usaha kecil dan menengah, sangat diperlukan. Dengan demikian akan terbentuk Balai-balai Informasi. Untuk melayani lokasi-lokasi yang tidak terjangkau oleh masyarakat.

2. Layanan Telematika di Bidang Keamanan
    Layanan keamanan merupakan layanan yang menyediakanan keamanan informasi dan data. Layanan ini terdiri dari enkripsi, penggunaan protokol, penentuan akses control dan audit. Layanan keamanan memberikan fasilitas yang berfungsi untuk memantau dan memberikan informasi bila ada sesuatu yang berjalan atau beroperasi tidak sesuai dengan fungsinya. dengan kata lain layanan ini sangat penting untuk menjaga suatu data dalam jaringan agar tidak mudah terhapus atau hilang.
    Kelebihan dari layanan ini adalah dapat mengurangi tingkat pencurian dan kejahatan. Contoh layanan keamanan yaitu:

  1. navigation assistant
  2. weather,stock information
  3. entertainment and M-commerce
  4. penggunaan Firewall dan Antivirus


3. Layanan Context Aware dan Event-Based Context-awareness
    Merupakan kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakan antara lain lokasi user, data dasar user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user. Tiga hal yang menjadi perhatian sistem context-aware menurut Albrecht Schmidt, yaitu:

a. The acquisition of context
 Hal ini berkaitan dengan pemilihan konteks dan bagaimana cara memperoleh konteks yang diinginkan, sebagai contoh: pemilihan konteks lokasi, dengan penggunaan suatu sensor lokasi tertentu (misalnya: GPS) untuk melihat situasi atau posisi suatu lokasi tersebut.

b. The abstraction and understanding of context
 Pemahaman terhadap bagaimana cara konteks yang dipilih berhubungan dengan kondisi nyata, bagaimana informasi yang dimiliki suatu konteks dapat membantu meningkatkan kinerja aplikasi, dan bagaimana tanggapan sistem dan cara kerja terhadap inputan dalam suatu konteks.

c. Application behaviour based on the recognized context
 Terakhir, dua hal yang paling penting adalah bagaimana pengguna dapat memahami sistem dan tingkah lakunya yang sesuai dengan konteks yang dimilikinya serta bagaimana caranya memberikan kontrol penuh kepada pengguna terhadap sistem.

4. Layanan Perbaikan Sumber (Resource Discovery Service)
 Resource Discovery Service (RDS) adalah sebuah layanan yang berfungsi untuk penemuan layanan utilitas yang diperlukan.  RDS juga berfungsi dalam pengindeksan lokasi layanan utilitas untuk mempercepat kecepatan penemuan.
 Layanan perbaikan sumber yang dimaksud adalah layanan perbaikan dalam sumber daya manusia (SDM). SDM telematika adalah orang yang melakukan aktivitas yang berhubungan dengan telekomunikasi, media, dan informatika sebagai pengelola, pengembang, pendidik, dan pengguna di lingkungan pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat pada umunya. Konsep pengembangan sumber daya manusia di bidang telematika ditujukan untuk meningkatkan kualitas, kuantitas dan pendayagunaan SDM telematika dengan tujuan untuk mengatasi kesenjangan digital, kesenjangan informasi dan meningkatkan kemandirian masyarakat dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif dan optimal.
 Kebutuhan akan SDM dapat dilihat dari bidang ekonomi dan bidang politik, yaitu :

a. Dilihat dari bidang ekonomi
 Pengembangan telematika ditujukan untuk peningkatan kapasitas ekonomi, berupa peningkatan kapasitas industry produk barang dan jasa.

b. Dilihat dari bidang politik
    Bagaimana telematika memberikan kontribusi pada pelayanan public sehingga menghasilkan dukungan politik.

Dari kedua bidang tersebut diatas kebutuhan terhadap telematika akan dilihat dari dua aspek, yaitu:

  1. Pengembangan peningkatan kapasitas industry.
  2. Pengembangan layana publik.


Sasaran utama dalam upaya pengembangan SDM telematika yaitu sebagai berikut :


  • Peningkatan kinerja layanan public yang memberikan akses yang luas terhadap peningkatan kecerdasan masyarakat, pengembangan demokrasi dan transparasi sebagai katalisator pembangaunan.
  • Literasi masyarakat di bidang teknologi telematika yang terutama ditujukan kepada old generator dan today generation sebagai peningkatan, dikemukakan oleh Tapscott.
Sumber :
http://rap0501.blogspot.co.id/2014/11/berbagai-macam-layanan-telematika.html
http://aangpaduraksa.blogspot.co.id/2013/12/jenis-jenis-layanan-telematika.html
http://oetaribudhi.blogspot.co.id/2014/11/layanan-telematika.html
https://charlesadewa7.wordpress.com/2014/10/29/layanan-dalam-sistem-telematika/
https://adji14.wordpress.com/2012/11/02/layanan-telematika/

Minggu, 25 Oktober 2015

Contoh Kasus Telematika di Indonesia

Lapor SPT Pajak Jadi Mudah dengan Aplikasi Ini
Rachmatunisa - detikinet
Kamis, 05/03/2015 12:23 WIB

Jakarta - Maret telah tiba. Itu artinya deadline menyampaikan laporan SPT Pajak tahunan pun semakin dekat. Agar lebih mudah lagi, aplikasi ini katanya bisa membantu melaporkan pajak langsung dari ponsel tanpa perlu repot-repot datang ke kantor pajak.

Ya, melaporkan pajak bagi sebagian kalangan mungkin tidak semudah yang dibayangkan. Faktornya bisa bermacam-macam. Misalnya saja, ketidaktahuan cara melakukan pelaporan pajak, keraguan mencari informasi pengisian SPT pajak, atau sulitnya penghitungan pajak, sering jadi momok bagi banyak orang.

Muchdlir Zauhariy melihat kondisi ini sebagai peluang. CEO sekaligus Co-Founder PajakApp ini, bersama timnya kemudian terpikir membuat sebuah aplikasi pelaporan SPT pajak tahunan.

Dikatakan pria yang akrab disapa Johar ini, PajakApp berfungsi memberikan arahan bagi para wajib pajak dalam pengisian data di formulir SPT 1770S dan 1770SS.

Aplikasi PajakApp dirancang untuk memberikan kemudahan-kemudahan bagi wajib pajak, seperti pengisian data yang dapat dilakukan setiap saat dengan bahasa yang mudah dipahami, e-file SPT yang dikirimkan melalui e-mail, serta fitur logic-check.

Fitur logic-check misalnya, berfungsi untuk mengetahui bagaimana kesimpulan logis dari data yang sudah diisi oleh pengguna. Fitur ini membantu pengguna untuk meminimalisasi risiko pemeriksaan pajak di kemudian hari oleh fiskus (petugas pajak) akibat pengisian SPT yang salah atau tidak sesuai dengan data sebenarnya.

"Kami berharap dengan berbagai fitur yang tersedia di PajakApp, para pengguna akan mendapatkan kemudahan dalam melaporkan dan membayar pajak. Karena kini melaporkan pajak secara akurat menjadi semudah menyentuh layar pada telepon genggam Anda," ujar Johar kepada detikINET, Kamis (5/3/2015).

Peluncuran PajakApp mendapat dukungan dari Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Dirjen Pajak). Selain membantu melaporkan pajak lebih mudah, aplikasi ini dianggap sebagai alternatif baru cara pengisian pajak yang bisa menjangkau lebih banyak kalangan, terutama para pengguna smartphone.

"Kami sangat mengapresiasi kehadiran aplikasi PajakApp: SPT 2014 ini yang memudahkan masyarakat dalam melaporkan SPT," ungkap Direktur Teknologi Informasi Perpajakan Direktorat Jenderal Pajak Iwan Djuniardi.

Mantan Dirjen Aplikasi dan Telematika Kemenkominfo Cahyana Ahmadjayadi pun melontarkan pendapat serupa, memuji PajakApp. "Masyarakat Indonesia memerlukan cara praktis dengan bahasa yang membumi untuk mengurai semua kompleksitas pengisian SPT yang ditakuti oleh wajib pajak," sebutnya.

PajakApp saat ini baru tersedia untuk pengguna perangkat Android. Para wajib pajak bisa mendapatkan aplikasinya secara gratis dengan terlebih dulu download di Google PlayStore.

Tanggapan :
ini merupakan langkah yang sangat baik bagi kemajuan pencarian informasi dan membantu untuk melaksanakan kewajiban sebagai warga negara yang baik. dengan adanya aplikasi seperti ini diharapakan kedepannya akan muncul aplikasi-aplikasi lain yang berguna untuk mempermudah pencarian informasi atau layan pengurusan yang bersangkutan dengan kewajiban warga negara, agar masyarakat dapat lebih nyaman dalam melakukan kewajibannya sebagai warga negara yang baik.

sumber:
http://inet.detik.com/read/2015/03/05/115727/2850359/398/lapor-spt-pajak-jadi-mudah-dengan-aplikasi-ini

Telematika

Telekomunikasi dan informatika atau dapat disingkat Telematika merupakan adopsi dari bahasa Prancis yang sebenarnya adalah “TELEMATIQUE” yang dapat diartikan sebagai pertemuan sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Pertama kali istilah ini digunakan pada Le rapport Nora-Minc yang merupakan laporan komputerisasi masyarakat (L'informatisation de la Societe) pada tahun 1977 oleh Simon Nora dan Alain Minc.


Para praktisi menyatakan bahwa TELEMATICS merupakan perpaduan dari dua kata yaitu dari “TELECOMMUNICATION and INFORMATICS” yang merupakan perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah telematika juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” karena lahir dari perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu atau populer dengan istilah konvergensi.



 Tren Telematika di Indonesia
E-commerce merupakan salah satu bentuk menfaat dari telematika yang tidak asing lagi pada zaman sekarang selain berguna untuk mempersatu bangsa juga dapat mendapatkan hasil positif yang lain, seperti pedapatan utama hingga sampingan.

Maraknya E-commerce di Indonesia dapat dilihat dari layanan jasa jual beli secara online bahkan iklan-iklan layanan jual beli online yang semakin banyak ditelevisi. Praktik transaksi jual beli di Indonesia memiliki pengaruh yang cukup besar karena banyak masyarakat yang mendapat dampak positif karenanya, selain menghemat waktu juga dapat mempermudah dalam berbelanja. Jangkauan wilayah E-commerce juga dapat dibilang sangat luas karena hampir pengiriman barang pada saat ini dapat dilakukan dengan baik.

Dilihat dari tren masa kini E-commerce merupakan hal yang menarik bagi para konsumen juga meruapakan peluang bisnis yang mengiurkan.



Sejarah Perkembangan Telematika di Indonesia
Perkembangan telematika di Indonesia mengalami tiga periode berdasarkan fenomena yang terjadi di masyarakat. Pertama adalah periode rintisan yang berlangsung akhir tahun 1970-an sampai dengan akhir tahun 1980-an. Periode kedua disebut pengenalan, rentang wktunya adalah tahun 1990-an, dan yang terakhir adalah periode aplikasi. Periode ketiga ini dimulai tahun 2000.

1. Periode Rintisan
Memasuki tahun 1980-an, perubahan secara signifikanpun jauh dari harapan. Walaupun demikian, selama satu dasawarsa, learn to use teknologi informasi, telekomunikasi, multimedia, mulai dilakukan. Jaringan telpon, saluran televisi nasional, stasiun radio nasional dan internasional, dan komputer mulai dikenal di Indonesia, walaupun penggunaannya masih terbatas.

2. Periode Pengenalan
Periode satu dasawarsa ini, tahun 1990-an, teknologi telematika sudah banyak digunakan dan masyarakat mengenalnya. Jaringan radio amatir yang jangkauannya sampai ke luar negeri marak pada awal tahun 1990. hal ini juga merupakan efek kreativitas anak muda ketika itu.

3. Periode Aplikasi
Awal era millennium inilah, pemerintah Indonesia serius menanggapi perkembangan telematika dalam bentuk keputusan politik, selanjutnya, teknologi mobile phone begitu cepat pertumbuhannya. Bukan hanya dimiliki oleh hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia, fungsi yang ditawarkan terbilang canggih. Muatannya antara 1 Gigabyte, dapat berkoneksi dengan internet juga stasiun televisi, dan teleconference melalui 3G. Teknologi komputer demikian, kini hadir dengan skala tera (1000 Gigabyte), multi processor, multislot memory, dan jaringan internet berfasilitas wireless access point. Bahkan, pada cafe dan kampus tertentu, internet dapat diakses dengan mudah, dan gratis.


Selain dari ke tiga periode di atas perkembangan telematika di Indonesia dapat dibagi lagi menjadi 2 masa yaitu :

1. Masa Pra-Satelit

a. Radio dan Telepon
Di periode pra satelit (sebelum tahun 1976), perkembangan teknologi komunikasi di Indonesia masih terbatas pada bidang telepon dan radio. Radio Republik Indonesia (RRI) lahir dengan di dorong oleh kebutuhan yang mendesak akan adanya alat perjuangan di masa revolusi kemerdekaan tahun 1945, dengan menggunakan perangkat keras seadanya. Dalam situasi demikian ini para pendiri RRI melangsungkan pertemuan pada tanggal 11 September 1945 untuk merumuskan jati diri keberadaan RRI sebagai sarana komunikasi antara pemerintah dengan rakyat, dan antara rakyat dengan rakyat. Sedangkan telepon pada masa itu tidak terlalu penting sehingga anggaran pemerintah untuk membangun telekomunikasipun masih kecil jumlahnya. Saat itu, telepon dikelola oleh PTT (Perusahaan Telepon dan Telegrap) saja. Sampai pergantian rezim dari Orla ke Orba di tahun 1965, RRI merupakan operator tunggal siaran radio di Indonesia. Setelah itu bermunculan radio – radio siaran swasta. Lima tahun kemudian muncul PP NO. 55 tahun 1970 yang mengatur tentang radio siaran non pemerintah.

Periode awal tahun 1960-an merupakan masa suram bagi pertelekomunikasian Indonesia, para ahli teknologi masih menggeluti teknologi sederhana dan “kuno”. Misalnya saja, PTT masih menggunakan sentral-sentral telepon yang manual, teknik radio High Frequency ataupun saluran kawat terbuka (Open Were Lines). Pada masa itu, banyak negara pemberi dana untuk Indonesia – termasuk pendana untuk pengembangan telekomunikasi, menghentikan bantuannya. Hal itu karena semakin memburuknya situasi dan kondisi ekonomi dan politi di Indonesia.

Tercatat bahwa pada masa 1960-1967, hanya Jerman saja yang masih bersikap setia dan menaruh perhatian besar pada bidang telekomunikasi Indonesia, dan menyediakan dana walau di masa-masa sulit sekalipun. Ketika itu pengembangan telekomunikasi masih difokuskan pada pengadaan sentra telepon, baik untuk komunikasi lokal maupun jarak jauh, dan jaringan kabel.

Indonesia saat itu belum memiliki satelit. Sentral telepon beserta perlengkapan hubungan jarak jauh ini diperoleh dari Jerman. Pada saat itu, Indonesia hanya dapat membeli produk yang sama, dari perusahaan yang sama, yakni Perusahaan Jerman. Tidak ada pilihan lain bagi Indonesia.

Keleluasaan barulah bisa dirasakan setelah di tahun 1967/1968 mengalir pinjaman-pinjaman ke Indonesia, baik bilateral ataupun pinjaman multilateral dari Bank Dunia, melalui pinjaman yang disepakati IGGI. Akan tetapi, pada masa inipun inovasi dalam pemfungsian teknologi telekomunikasi masih belum berkembang dengan baik di negeri ini. Peda dasarnya kita memberi dan memakai perlengkapan seperti switches, cables, carries yang sudah lazim kita pakai sebelumnya.

b. Televisi
Badan penyiaran televisi lahir tahun 1962 sebelum adanya satelit yang semula hanya dimaksudkan sebagai perlengkapan bagi penyelenggara Asian Games IV di Jakarta. Siaran percobaan pertama kali terjadi pada 17 Agustus 1962 yang menyiarkan upacara peringatan kemerdekaan RI dari Istana Merdeka melalui microwave. Dan pada tanggal 24 Agustus 1962, TVRI bisa menyiarkan upacara pembukaan Asian Games, dan tanggal itu dinyatakan sebagai hari jadi TVRI.

Terdorong oleh inovasi, akhirnya pada tanggal 14 November 1962 untuk pertama kalinya TVRI memberanikan diri melakukan siaran langsung dari studio yang berukuran 9×11 meter dan tanpa akustik yang memadai. Lebih setahun setelah siaran pertama, barulah keberadaan TVRI dijelaskan dengan pembentukan Yayasan TVRI melalui Keppres No. 215/1963 tertanggal 20 Oktober 1963. Antara lain disebutkan bahwa TVRI menjadi alat hubungan masyarakat (mass communication media) dalam pembangunan mental/spiritual dan fisik daripada Bangsa dan Negara Indonesia serta pembentukan manusia sosialis Indonesia pada khususnya. Sampai tahun 1989, TVRI merupakan operator tunggal di bidang penyiaran televisi.

Jadi sebelum satelit palapa mengorbit, Indonesia hanya mengenal telekomunikasi yang bersifat terestrial, yakni yang jangkauannya masih dibatasi oleh lautan.


2. Masa Satelit
Gagasan tentang peluncuran satelit bagi telekomunikasi domestik di Indonesia bisa ditelusuri asal muasalnya dari sebuah konferensi di Janewa tahun 1971 yang disebut WARCST (World Administrative Radio Confrence on Space Telecomunication). Pada konferensi itu di tampilkan pila pameran dari perusahaan raksasa pesawat terbang Hughes. Perusahaan inilah yang mengusulkan ide pemanfaatan satelit bagi kepentingan domestik Indonesia. Hal tersebut disambut oleh Suhardjono yang berlatar belakang militer dan membawa masalah satelit itu sampai ke Presiden RI. Selain pertimbangan kelayakan ekonomi dan teknis, sejarah peluncuran satelit ini juga diwarnai oleh kepentingan politik dimana hubungan antara Indonesia dengan negara- negara lain sudah mulai bersahabat. Di sisi lain, satelit memungkinkan penyebaran luas ideologi negara ke masyarakat luas melalui TV. Komunikasi tentang cara-cara menggali sumber daya alam dapat berlangsung dengan mudah. Ini berlaku untuk kasus tembaga pura (Freeport) dan di Dili. Peluncuran satelit Palapa di Cape Canaveral, Florida, bulan Agustus 1976 pada panel peluncuran terdapat 3 orang Indonesia dan perwakilan dari perusahaan NASA dan Hughes.

Kejadian ini diresmikan juga melalui pidato kenegaraan oleh presiden Soeharto di Jakarta, tanggal 16 Agustus 1976. ini merupakan satu- satunya proyek teknologi yang mendapat tempat terhormat di gedung Parlemen. Namun peluncuran satelit itu merupakan kebijakan nasional yang gagasan awalnya dicetuskan oleh pemerintah.

Hal ini didasarkan pada pertimbangan bahwa Indonesia pernah mengalami ancaman perpecahan. Untuk mempersatukan tanah air yang sangat luas ini diperlukan sarana perhubungan yang mencakup seluruh wilayah nusantara. Proses kelahiran satelit ini hanya melibatkan sedikit teknokrat dan teknolog yang berpihak pada kepentingan Orba.

sumber :
http://dee-x-cisadane.webs.com/apps/blog/show/19169220-sejarah-penerapan-dan-perkembangan-trend-telematika-ke-depan
http://ramozpratama.blogspot.co.id/2013/11/definisi-pengantar-telematika.html
http://verozzaranii.blogspot.co.id/2014/10/definisi-telematika.html
http://kamalludinka29.blogspot.co.id/2013/11/definisi-telematika.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Telematika
https://fr.wikipedia.org/wiki/Rapport_Nora-Minc

Jumat, 03 Juli 2015

Tugas 4

Pesatnya perkembangan teknologi menjadikan proses pertukaran informasi sebagai kebutuhan utama manusia yang semakin mudah didapatkan dengan cakupan yang semakin luas. Meluapnya sistem komputer dan komunikasi menjadikan perkembangan komunikasi jaringan semakin maju terutama pada perkembangan jaringan komputer. Mulyanta (2005) menyatakan bahwa secara umum, dasar pembentuk jaringan adalah adanya komunikasi antara objek satu dengan yang lain. Dengan sistem komunikasi yang tersetruktur, objek-objek tersebut akan saling memahami dan terkoneksi. Supriyadi (2007) menyatakan bahwa Jaringan Komputer dapat diartikan sebagai suatu himpunan interkoneksi sejumlah komputer. Dua buah komputer dikatakan membentuk suatu network atau jaringan komputer bila keduanya dapat saling bertukar informasi.

Perkembangan jaringan komputer mengikuti revolusi yang terjadi pada perkembangan PC (Personal Computer). Saat ini jaringan komputer telah mencapai pada kemampuan LAN dengan kecepatan tinggi dan teknologi switch antarjaringan yang semakin canggih. Aplikasi semakin berkembang seperti voice and video conferencing yang membutuhkan kecepatan tinggi.


Revolusi PC salah satunya adalah tablet PC yang sekarang marak dipasaran membuat pengguna lebih tertarik menggunakannya karena mudah untuk dibawa. Berikut grafik dari lembaga riset pasar tentang penjualan tablet PC dan notebook PC :



Data pada grafik diatas merupakan laporan perkiraan dari lembaga riset pasar NPD DisplaySearch tentang penjualan tablet PC berbandingkan notebook PC dari tahun 2011 sampai dengan 2017. Dilihat dari grafik diatas bahwa prediksi peningkatan jumlah penjualan tablet PC mulai meningkat pada tahun 2013. Terlihat secara signifikan penjualan tablet PC akan mendominasi untuk tahun-tahun berikutnya. Dengan adanya grafik tersebut dapat dilihat bahwa revolusi PC semakin maju membuat kebutuhan akan pertukaran informasi. Perdana (2013) menyatakan bahwa Informasi dan data bergerak melalui media penghubung sehingga memungkinkan pengguna jaringan dapat bertukar data-data, menggunakan perangkat keras atau lunak yang terdapat dalam jaringan tersebut.

Meningkatnya pertukaran informasi membuat keamanan jaringan menjadi terancam. Stiawan (2005) menyatakan bahwa perkembangan ancaman terhadap keamanan jaringan komputer pun terus meningkat, berbagai serangan dan ancaman dapat saja secara tiba-tiba menyerang jaringan komputer yang terkoneksi dengan internet. Oleh karena itu sistem keamanan menjadi sangat penting dan harus diperhatikan bila koneksi ke internet. Keamanan dalam dunia komputasi sering disebut dengan firewall. Tung (2001) menyatakan bahwa firewall merupakan benteng yang dibangun antara jaringan lokal dengan dunia luar untuk mencegah tangan-tangan jahil yang bisa merusak sistem jaringan kita.

Daftar Pustaka :
Mulyanta, Edi S.2005.Pengenalan Protokol Jaringan Wireless Komputer.Yogyakarta
Perdana, N P.2013."Pembangunan Jaringan Local Area Network (LAN) PT.Niaga Swadaya Yogyakarta".Seruni 2013, no. 1, vol 2
Stiawan, D.2005.Sistem Keamanan Komputer.Jakarta
Supriyadi, A.Gartina, D.2007."MEMILIH TOPOLOGI JARINGAN DAN HARDWARE DALAM DESAIN SEBUAH JARINGAN KOMPUTER".Informatika Pertanian,no. 2,vol 16
Tung, K Y.2001.Teknologi Jaringan Intranet.Yogyakarta

Senin, 25 Mei 2015

Tugas 3

E-learning merupakan singkatan dari electronic learning, banyak yang mendefinisikan tentang e-learning sehingga membuat pengertian e-learning menjadi luas. Hartley( 2001) menyatakan e-learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media Internet, Intranet atau media jaringan komputer lain. Sehingga membuat e-learning menjadi salah satu cara untuk proses penyampaian pembelajaran yang lebih mudah diikuti oleh siswa, karena siswa dapat mempelajarinya secara mandiri.

Beberapa siswa memiliki beragam motivasi dalam mengikuti proses pembelajaran dikarenakan masing-masing siswa mempunyai kepahaman dan ketertarikan pelajaran pada bidang yang berbeda-beda sehingga membuat pengajar harus menemukan proses mengajar yang lebih menarik. Budi dan Nurjayanti(2012) menyatakan metode e-learning memberikan keleluasaan dosen untuk memberikan akses kepada mahasiswa untuk mendapatkan referensi ilmiah terkait dengan mata kuliah tersebut  yang mungkin tidak didapat selama jam kuliah maupun praktikum.

Manfaat e-learning dapat dilihat dari 2 sudut pandang:
A.      Manfaat bagi siswa
Dengan kegiatan e-learning dimungkinkan berkembangnya fleksibilitas belajar yang tinggi. Artinya, kita dapat mengaskses bahan-bahan belajar setiap saat dan  berulang-ulang. Selain itu, kita juga dapat berkomunikasi dengan guru atau dosen setiap saat, misalnya melalui chatting dan email. Mengingat sumber belajar yang sudah dikemas secar elektronik dan tersedia untuk diakses melalui internet, maka kita dapat melakukan interaksi dengan sumber belajar ini kapan saja dan dimana saja, dan juga tugas dapat diserahkan kepada guru atau dosen begitu selesai dikerjakan.

B.      Manfaat bagi pengajar
Dengan adanya kegiatan e-learning manfaat yang diperoleh guru atau dosen adalah mempermudah melakukan pembaharuan materi maupun model  pengajaran sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang terjadi, juga dapat efisien mengontrol kegiatan siswanya.



Daftar pustaka

Brian. Nurjayanti, Budi. 2012. “Pengembangan Metode Pembelajaran Online Berbasis E-Learning (Studi Kasus Mata Kuliah Bahasa Pemrograman)”. Sains Terapan Edisi II, Vol 2, PP.103-113.

Tari, Ayu. Artikel E-learing <http://www.academia.edu/5118132/ARTIKEL_E-LEARNING> diakses pada tanggal 23 Mei 2015

Hartley, Darin E. 2001. Selling E-learning. American Society for Training and Development.


Senin, 13 April 2015

Tugas 2


 Berdasarkan tabel di atas menunjukkan pada tahun 2011 kecamatan Tambaksari memiliki jumlah penduduk paling tinggi, sedangkan jumlah penduduk kecamatan Bulak tercatat paling rendah pada tahun 2005. Total peningkatan jumlah penduduk hingga mencapai 281991 selama periode 2005-2011.
       





















Puncak angka kemiskinan terjadi pada tahun 1998 sebesar 24,23% dari tahun sebelumnya terlihat kenaikan yang sangat mencolok, namun tahun berikutnya berangsur turun hingga tahun 2013. Tingkat angka kemiskinan paling rendah terdapat pada tahun 1996 sebesar 11,30%, angka yang hampir tercapai kembali pada tahun 2013.

Minggu, 15 Maret 2015

Tugas 1

Image atau citra dapat diartikan sebagai gambaran dari pemikiran seseorang. Menurut Rhenald Kasali mendefinisikan citra sebagai kesan yang timbul karena pemahaman akan suatu kenyataan, pemahaman itu sendiri timbul karena adanya informasi. Citra yang terlahir merupakan sebuah gabungan dari kesan atau informasi yang telah diolah oleh penciptanya untuk mempermudah seseorang mengerti informasi yang ada dalam citra tersebut. Citra juga dapat diukur menurut tanggapan seseorang yang melihatnya.

Citra bisa sangat melekat dengan ingatan seseorang akan suatu produk yang dilihat atau digunakan. Presepsi tentang citra juga dapat berbeda-beda satu dengan yang lain tergantung dari orang tersebut melihat dan mengartikan. Citra dapat bertahan dari waktu ke waktu atau dinamis, ditambah dengan pengalaman, dan macam-macam pemikiran seseorang. Dengan kata lain citra yang baik dapat dengan mudah diingat, dipahami, dan berkesan bagi orang yang melihatnya.

Sabtu, 17 Januari 2015

Contoh Penulisan Proposal Penelitian

Pembuatan penulisan proposal penelitian secara umum terdapat beberapa bagian sebagai berikut :

1. Judul

Dalam memilih dan menetapkan judul suatu penelitian, Mardalis (1999) menyarankan tentang hal yang perlu diperhatikan, sebagai berikut:
  • Judul sebaiknya yang menarik minat peneliti
  • Judul yang dipilih mampu untuk dilaksanakan peneliti
  • Judul hendaknya mengandung kegunaan praktis dan penting untuk diteliti
  • Judul yang dipilih hendaknya cukup data tersedia
  • Hindari terjadinya duplikasi judul dengan judul lain.


2. Pendahuluan

Set the context 
 Lengkapi dengan informasi-informasi yang umum seputar ide pokok sehingga mampu mengondisikan pembaca mendapatkan rasa dari apa yang kita bahas, serta dari pembacaan informasi tersebut ciptakan mereka mendukung apa yang sedang Anda teliti.

State why the main idea is important 
 Tuliskan dengan membayangkan pembaca pendahuluan penelitian Anda peduli terhadap apa yang Anda teliti dan menanti kelanjutan dari penelitian Anda.

State your thesis/claim 
 Karang barang satu atau dua kalimat yang menyatakan posisi atau kedudukan Anda menghadapi masalah yang menjadi topik dalam penelitian Anda.



3. Landasan Teori

Landasan Teori dapat berbentuk uraian kualitatif, model matematis, atau persamaan-persamaan yang langsung berkaitan dengan bidang ilmu yang diteliti. Bagian ini terdiri dari:
  • Uraian teori
  • Kerangka konseptual
  • Hipotesis (untuk penelitian tertentu boleh tidak menggunakan hipotesis)

4. Metodologi Penelitian

Bagian ini menyajikan penjelasan antara lain meliputi :
  • Variabel penelitian
  • Tempat dan waktu penelitian
  • Sumber data atau populasi dan sampel
  • Alat pengumpul data (sebaiknya dilengkapi dengan kisi-kisi atau indikator)
  • Teknik analisis data yang digunakan.

Sebagian kecil dari pengertian proposal penelitian sebagai diatas. (menurut saya)

untuk mengerti lebih lanjutnya tentang penulisan proposal penelitian
Sumber :
http://syarifzeroseni.blogspot.com/2012/05/sistematika-penulisan-proposal.html

Tugas SoftSkill Bahasa Indonesia 1#

Pada tugas terakhir pelajaran softskill semester 5 ini kami di beri tugas berkelompok membuat animasi atau video singkat bertemakan bebas.
Berikut adalah video tugas yang telah kami buat bersama :
MonoTone