Lapor SPT Pajak Jadi Mudah dengan Aplikasi Ini
Rachmatunisa - detikinet
Kamis, 05/03/2015 12:23 WIB
Jakarta - Maret telah tiba. Itu artinya deadline menyampaikan laporan SPT Pajak tahunan pun semakin dekat. Agar lebih mudah lagi, aplikasi ini katanya bisa membantu melaporkan pajak langsung dari ponsel tanpa perlu repot-repot datang ke kantor pajak.
Ya, melaporkan pajak bagi sebagian kalangan mungkin tidak semudah yang dibayangkan. Faktornya bisa bermacam-macam. Misalnya saja, ketidaktahuan cara melakukan pelaporan pajak, keraguan mencari informasi pengisian SPT pajak, atau sulitnya penghitungan pajak, sering jadi momok bagi banyak orang.
Muchdlir Zauhariy melihat kondisi ini sebagai peluang. CEO sekaligus Co-Founder PajakApp ini, bersama timnya kemudian terpikir membuat sebuah aplikasi pelaporan SPT pajak tahunan.
Dikatakan pria yang akrab disapa Johar ini, PajakApp berfungsi memberikan arahan bagi para wajib pajak dalam pengisian data di formulir SPT 1770S dan 1770SS.
Aplikasi PajakApp dirancang untuk memberikan kemudahan-kemudahan bagi wajib pajak, seperti pengisian data yang dapat dilakukan setiap saat dengan bahasa yang mudah dipahami, e-file SPT yang dikirimkan melalui e-mail, serta fitur logic-check.
Fitur logic-check misalnya, berfungsi untuk mengetahui bagaimana kesimpulan logis dari data yang sudah diisi oleh pengguna. Fitur ini membantu pengguna untuk meminimalisasi risiko pemeriksaan pajak di kemudian hari oleh fiskus (petugas pajak) akibat pengisian SPT yang salah atau tidak sesuai dengan data sebenarnya.
"Kami berharap dengan berbagai fitur yang tersedia di PajakApp, para pengguna akan mendapatkan kemudahan dalam melaporkan dan membayar pajak. Karena kini melaporkan pajak secara akurat menjadi semudah menyentuh layar pada telepon genggam Anda," ujar Johar kepada detikINET, Kamis (5/3/2015).
Peluncuran PajakApp mendapat dukungan dari Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Dirjen Pajak). Selain membantu melaporkan pajak lebih mudah, aplikasi ini dianggap sebagai alternatif baru cara pengisian pajak yang bisa menjangkau lebih banyak kalangan, terutama para pengguna smartphone.
"Kami sangat mengapresiasi kehadiran aplikasi PajakApp: SPT 2014 ini yang memudahkan masyarakat dalam melaporkan SPT," ungkap Direktur Teknologi Informasi Perpajakan Direktorat Jenderal Pajak Iwan Djuniardi.
Mantan Dirjen Aplikasi dan Telematika Kemenkominfo Cahyana Ahmadjayadi pun melontarkan pendapat serupa, memuji PajakApp. "Masyarakat Indonesia memerlukan cara praktis dengan bahasa yang membumi untuk mengurai semua kompleksitas pengisian SPT yang ditakuti oleh wajib pajak," sebutnya.
PajakApp saat ini baru tersedia untuk pengguna perangkat Android. Para wajib pajak bisa mendapatkan aplikasinya secara gratis dengan terlebih dulu download di Google PlayStore.
Tanggapan :
ini merupakan langkah yang sangat baik bagi kemajuan pencarian informasi dan membantu untuk melaksanakan kewajiban sebagai warga negara yang baik. dengan adanya aplikasi seperti ini diharapakan kedepannya akan muncul aplikasi-aplikasi lain yang berguna untuk mempermudah pencarian informasi atau layan pengurusan yang bersangkutan dengan kewajiban warga negara, agar masyarakat dapat lebih nyaman dalam melakukan kewajibannya sebagai warga negara yang baik.
sumber:
http://inet.detik.com/read/2015/03/05/115727/2850359/398/lapor-spt-pajak-jadi-mudah-dengan-aplikasi-ini
Minggu, 25 Oktober 2015
Telematika
Telekomunikasi dan informatika atau dapat disingkat
Telematika merupakan adopsi dari bahasa Prancis yang sebenarnya adalah “TELEMATIQUE”
yang dapat diartikan sebagai pertemuan sistem jaringan komunikasi dengan
teknologi informasi. Pertama kali istilah ini digunakan pada Le rapport
Nora-Minc yang merupakan laporan komputerisasi masyarakat (L'informatisation de
la Societe) pada tahun 1977 oleh Simon Nora dan Alain Minc.
Para praktisi menyatakan bahwa TELEMATICS merupakan perpaduan
dari dua kata yaitu dari “TELECOMMUNICATION and INFORMATICS” yang merupakan
perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah telematika juga dikenal
sebagai “the new hybrid technology” karena lahir dari perkembangan teknologi
digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan
informatika menjadi semakin terpadu atau populer dengan istilah konvergensi.
E-commerce merupakan salah satu bentuk menfaat dari
telematika yang tidak asing lagi pada zaman sekarang selain berguna untuk
mempersatu bangsa juga dapat mendapatkan hasil positif yang lain, seperti
pedapatan utama hingga sampingan.
Maraknya E-commerce di Indonesia dapat dilihat dari
layanan jasa jual beli secara online bahkan iklan-iklan layanan jual beli
online yang semakin banyak ditelevisi. Praktik transaksi jual beli di Indonesia
memiliki pengaruh yang cukup besar karena banyak masyarakat yang mendapat
dampak positif karenanya, selain menghemat waktu juga dapat mempermudah dalam
berbelanja. Jangkauan wilayah E-commerce juga dapat dibilang sangat luas karena
hampir pengiriman barang pada saat ini dapat dilakukan dengan baik.
Dilihat dari
tren masa kini E-commerce merupakan hal yang menarik bagi para konsumen juga meruapakan
peluang bisnis yang mengiurkan.
Sejarah Perkembangan Telematika di Indonesia
Perkembangan telematika di Indonesia mengalami tiga
periode berdasarkan fenomena yang terjadi di masyarakat. Pertama adalah periode
rintisan yang berlangsung akhir tahun 1970-an sampai dengan akhir tahun
1980-an. Periode kedua disebut pengenalan, rentang wktunya adalah tahun
1990-an, dan yang terakhir adalah periode aplikasi. Periode ketiga ini dimulai
tahun 2000.
1. Periode Rintisan
Memasuki tahun 1980-an, perubahan secara
signifikanpun jauh dari harapan. Walaupun demikian, selama satu dasawarsa,
learn to use teknologi informasi, telekomunikasi, multimedia, mulai dilakukan.
Jaringan telpon, saluran televisi nasional, stasiun radio nasional dan
internasional, dan komputer mulai dikenal di Indonesia, walaupun penggunaannya
masih terbatas.
2. Periode Pengenalan
Periode satu dasawarsa ini, tahun 1990-an, teknologi
telematika sudah banyak digunakan dan masyarakat mengenalnya. Jaringan radio
amatir yang jangkauannya sampai ke luar negeri marak pada awal tahun 1990. hal
ini juga merupakan efek kreativitas anak muda ketika itu.
3. Periode Aplikasi
Awal era millennium inilah, pemerintah Indonesia
serius menanggapi perkembangan telematika dalam bentuk keputusan politik,
selanjutnya, teknologi mobile phone begitu cepat pertumbuhannya. Bukan hanya
dimiliki oleh hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia, fungsi yang
ditawarkan terbilang canggih. Muatannya antara 1 Gigabyte, dapat berkoneksi
dengan internet juga stasiun televisi, dan teleconference melalui 3G. Teknologi
komputer demikian, kini hadir dengan skala tera (1000 Gigabyte), multi
processor, multislot memory, dan jaringan internet berfasilitas wireless access
point. Bahkan, pada cafe dan kampus tertentu, internet dapat diakses dengan
mudah, dan gratis.
Selain dari ke tiga periode di atas perkembangan
telematika di Indonesia dapat dibagi lagi menjadi 2 masa yaitu :
1. Masa Pra-Satelit
a. Radio dan Telepon
Di periode pra satelit (sebelum tahun 1976),
perkembangan teknologi komunikasi di Indonesia masih terbatas pada bidang
telepon dan radio. Radio Republik Indonesia (RRI) lahir dengan di dorong oleh
kebutuhan yang mendesak akan adanya alat perjuangan di masa revolusi
kemerdekaan tahun 1945, dengan menggunakan perangkat keras seadanya. Dalam
situasi demikian ini para pendiri RRI melangsungkan pertemuan pada tanggal 11
September 1945 untuk merumuskan jati diri keberadaan RRI sebagai sarana
komunikasi antara pemerintah dengan rakyat, dan antara rakyat dengan rakyat.
Sedangkan telepon pada masa itu tidak terlalu penting sehingga anggaran
pemerintah untuk membangun telekomunikasipun masih kecil jumlahnya. Saat itu,
telepon dikelola oleh PTT (Perusahaan Telepon dan Telegrap) saja. Sampai
pergantian rezim dari Orla ke Orba di tahun 1965, RRI merupakan operator
tunggal siaran radio di Indonesia. Setelah itu bermunculan radio – radio siaran
swasta. Lima tahun kemudian muncul PP NO. 55 tahun 1970 yang mengatur tentang radio
siaran non pemerintah.
Periode awal tahun 1960-an merupakan masa suram bagi
pertelekomunikasian Indonesia, para ahli teknologi masih menggeluti teknologi
sederhana dan “kuno”. Misalnya saja, PTT masih menggunakan sentral-sentral
telepon yang manual, teknik radio High Frequency ataupun saluran kawat terbuka
(Open Were Lines). Pada masa itu, banyak negara pemberi dana untuk Indonesia –
termasuk pendana untuk pengembangan telekomunikasi, menghentikan bantuannya.
Hal itu karena semakin memburuknya situasi dan kondisi ekonomi dan politi di
Indonesia.
Tercatat bahwa pada masa 1960-1967, hanya Jerman
saja yang masih bersikap setia dan menaruh perhatian besar pada bidang
telekomunikasi Indonesia, dan menyediakan dana walau di masa-masa sulit
sekalipun. Ketika itu pengembangan telekomunikasi masih difokuskan pada
pengadaan sentra telepon, baik untuk komunikasi lokal maupun jarak jauh, dan
jaringan kabel.
Indonesia saat itu belum memiliki satelit. Sentral
telepon beserta perlengkapan hubungan jarak jauh ini diperoleh dari Jerman.
Pada saat itu, Indonesia hanya dapat membeli produk yang sama, dari perusahaan
yang sama, yakni Perusahaan Jerman. Tidak ada pilihan lain bagi Indonesia.
Keleluasaan barulah bisa dirasakan setelah di tahun
1967/1968 mengalir pinjaman-pinjaman ke Indonesia, baik bilateral ataupun
pinjaman multilateral dari Bank Dunia, melalui pinjaman yang disepakati IGGI.
Akan tetapi, pada masa inipun inovasi dalam pemfungsian teknologi
telekomunikasi masih belum berkembang dengan baik di negeri ini. Peda dasarnya
kita memberi dan memakai perlengkapan seperti switches, cables, carries yang
sudah lazim kita pakai sebelumnya.
b. Televisi
Badan penyiaran televisi lahir tahun 1962 sebelum
adanya satelit yang semula hanya dimaksudkan sebagai perlengkapan bagi
penyelenggara Asian Games IV di Jakarta. Siaran percobaan pertama kali terjadi
pada 17 Agustus 1962 yang menyiarkan upacara peringatan kemerdekaan RI dari
Istana Merdeka melalui microwave. Dan pada tanggal 24 Agustus 1962, TVRI bisa
menyiarkan upacara pembukaan Asian Games, dan tanggal itu dinyatakan sebagai
hari jadi TVRI.
Terdorong oleh inovasi, akhirnya pada tanggal 14
November 1962 untuk pertama kalinya TVRI memberanikan diri melakukan siaran
langsung dari studio yang berukuran 9×11 meter dan tanpa akustik yang memadai.
Lebih setahun setelah siaran pertama, barulah keberadaan TVRI dijelaskan dengan
pembentukan Yayasan TVRI melalui Keppres No. 215/1963 tertanggal 20 Oktober
1963. Antara lain disebutkan bahwa TVRI menjadi alat hubungan masyarakat (mass
communication media) dalam pembangunan mental/spiritual dan fisik daripada
Bangsa dan Negara Indonesia serta pembentukan manusia sosialis Indonesia pada
khususnya. Sampai tahun 1989, TVRI merupakan operator tunggal di bidang
penyiaran televisi.
Jadi sebelum satelit palapa mengorbit, Indonesia
hanya mengenal telekomunikasi yang bersifat terestrial, yakni yang jangkauannya
masih dibatasi oleh lautan.
2. Masa Satelit
Gagasan tentang peluncuran satelit bagi
telekomunikasi domestik di Indonesia bisa ditelusuri asal muasalnya dari sebuah
konferensi di Janewa tahun 1971 yang disebut WARCST (World Administrative Radio
Confrence on Space Telecomunication). Pada konferensi itu di tampilkan pila
pameran dari perusahaan raksasa pesawat terbang Hughes. Perusahaan inilah yang
mengusulkan ide pemanfaatan satelit bagi kepentingan domestik Indonesia. Hal
tersebut disambut oleh Suhardjono yang berlatar belakang militer dan membawa masalah
satelit itu sampai ke Presiden RI. Selain pertimbangan kelayakan ekonomi dan
teknis, sejarah peluncuran satelit ini juga diwarnai oleh kepentingan politik
dimana hubungan antara Indonesia dengan negara- negara lain sudah mulai
bersahabat. Di sisi lain, satelit memungkinkan penyebaran luas ideologi negara
ke masyarakat luas melalui TV. Komunikasi tentang cara-cara menggali sumber
daya alam dapat berlangsung dengan mudah. Ini berlaku untuk kasus tembaga pura
(Freeport) dan di Dili. Peluncuran satelit Palapa di Cape Canaveral, Florida,
bulan Agustus 1976 pada panel peluncuran terdapat 3 orang Indonesia dan
perwakilan dari perusahaan NASA dan Hughes.
Kejadian ini diresmikan juga melalui pidato
kenegaraan oleh presiden Soeharto di Jakarta, tanggal 16 Agustus 1976. ini
merupakan satu- satunya proyek teknologi yang mendapat tempat terhormat di
gedung Parlemen. Namun peluncuran satelit itu merupakan kebijakan nasional yang
gagasan awalnya dicetuskan oleh pemerintah.
Hal ini didasarkan pada pertimbangan bahwa Indonesia
pernah mengalami ancaman perpecahan. Untuk mempersatukan tanah air yang sangat
luas ini diperlukan sarana perhubungan yang mencakup seluruh wilayah nusantara.
Proses kelahiran satelit ini hanya melibatkan sedikit teknokrat dan teknolog
yang berpihak pada kepentingan Orba.
sumber :
http://dee-x-cisadane.webs.com/apps/blog/show/19169220-sejarah-penerapan-dan-perkembangan-trend-telematika-ke-depan
http://ramozpratama.blogspot.co.id/2013/11/definisi-pengantar-telematika.html
http://verozzaranii.blogspot.co.id/2014/10/definisi-telematika.html
http://kamalludinka29.blogspot.co.id/2013/11/definisi-telematika.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Telematika
https://fr.wikipedia.org/wiki/Rapport_Nora-Minc
Langganan:
Komentar (Atom)