Soal Penghargaan untuk SBY, Hikam: Internasional dan Sejarah yang Menilai
Kamis, 30/05/2013 19:01 WIBM. Rizal - detikNews
Jakarta - Pemberian penghargaan World Statesmen Award kepada Presiden SBY dinilai merupakan penilaian publik internasional dan sejarah. Oleh sebab itu, kontroversi atas penghargaan yang akan diberikan oleh Appeal of Conscience Foundation (ACF) tidak perlu menciptakan polemik yang kontra produktif.
"Pak SBY sebagai Presiden, dan ada sebuah lembaga atau yayasan internasional yang akan memberikan penghargaan, ya itu biarlah publik internasional dan sejarah yang menilai," ungkap pengamat politik dan eks Menristek, Muhammad AS Hikam di Jakarta, Kamis (30/5/2013).
Hikam mengatakan, kontroversi penghargaan dunia serupa juga terjadi pada saat Presiden Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) mendapat penghargaan dari Simon Perez Foundation.
"Dulu juga ada kontroversi. Tetapi, Gus Dur biasa saja. Tidak ada satupun pendukung Gus Dur atau NU yang memaki-maki kepada orang yang tidak setju atau mempertanyakan itu," terangnya.
Hikam menilai, memang semua orang atau lembaga memiliki hak untuk memberikan penghargaan tertentu kepada seseorang atau kepala negara tertentu. Alasannya, karena ada ukuran-ukuran yang digunakan dalam memberikan penilaian, sehingga seseorang dianugerahi penghargaan.
"Kita harus fair ada hak itu. Kedua, kalau ada pihak yang tidak sepakat, tidak mendukung atau beda pendapat, saya kira harus dihormati dan ditolerir juga. Jangan sampai ketidaksepakatan atau tidak mendukung menjadi fitnah, dan mencipyakan polemik yang tidak produktif," ujarnya.
Sementara itu soal penghargaan itu, penentangan datang dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Mereka menilai penghargaan itu tak tepat.
"Penghargaan yang akan diberikan kepada SBY sangat tidak sesuai dengan kenyataan. Terhadap pola yg terjadi itu hampir mirip yaitu adanya pembiaran, karena dalam statemen SBY, menjaga kerukunan itu tanggung jawab daerah," Direktur Advokasi YLBHI, Bahrain di Hotel Ibis, Jakarta.
YLBHI menilai SBY belum cocok diberi penghargaan seperti itu. YLBHI juga sudah menyurati pihak yang akan memberikan penghargaan, tapi belum ada respon.
"Tapi nantinya kalau SBY tetap terima penghargaan itu ya berarti SBY harus konsisten dong menjaga kerukunan umat beragama. Jangan sampai setelah dapat penghargaan nanti keadaannya tetap sama," urai Bahrain.
Sumber
Opini
Menurut saya kita tetap tidak dapat berbuat banyak untuk menanggapi tentang penghargaan yang telah diberikan kepada Bapak Presiden SBY, karena jika memang berbeda dengan yang terjadi dilapangan dengan penghargaan tersebut lalu kita bisa apa ?? saya yakin mereka yang memberi penghargaan tersebut sudah memiliki komposisi nilai untuk menobatkan Bapak Presiden. Saya sangat setuju dengan yang menolak Bapak Presiden untuk tidak menerima penghargaan tersebut karena tidak sesuai dengan kondisi di Indonesia, namun jika SBY lebih memilih untuk menerima itu merupakan tanda untuk membenahi apa yang seharusnya menjadi tanggung jawab Bapak Presiden sebagai penerima penghargaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar