MANUSIA DAN PENDERITAAN
A. PENGERTIAN PENDERITAAN
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita
berasal daribahasa sansekerta artinya menahan atau menanggung. Derita artinya
menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dalam kehidupan
manusia sering terjadi seiring berkembangnya kehidupan manusia tersebut. Semakin
berkembangnya kehidupan manusia makan akan semakin kompleks juga penderitaan
yang akan di hadapi manusia. Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia.
Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat semakin tinggi intensitas semakin
berat juga penderitaan yang di alami oleh manusia tersebut. Namun peranan
individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa
yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi
orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali
bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan
kebahagiaan.
Manusia lebih menyukai kenikmatan. Sedangkan penderitaan
sangat di hindarkan, dalam suatu kehidupan manusia. Seseorang pasti akan
merasakan penderitaan bagaimanapun jenis dan bentuknya. Contoh penderitaan
fisik, bencana yang sedang di hadapin oleh orang tersebut, setra masalah yang
sedang menimpa orang tersebut. Penderitaan terbagi menjadi 2 yaitu penderitaan
yang bersifat lama dan penderitaan yang bersifat sementara. Penderitaan yang
bersifat lama atau tidaknya tergantung oleh penyebab penderitaan tersebut. Contoh
penderitaan yang bersifat lama. Kehilangan orang yang penting di dalam
kehidupan seseorang. Sedangkan contoh penderitaan yang bersifat sementara
adalah di kecewakanya oleh seseorang. Penderitan dan kenikmatan
manusia/seseorang dengan menyukai atau tidaknya sesuatu. Jika manusia tersebut
suka makan ia akan menikmati apa yang sedang dia rasakan. Sedangkan jika dia
tidak menyukai maka dia akan merasa menderita dengan apa yang ia rasakan. Penderitaan
yang selalu di hadapi oleh manusia bermanfaat untuk menjadi bahan instropeksi
diri masing-masing manusia. Selain menjadi bahan instropeksi dapat pula menjadi
suatu pengalam seseorang untuk menjadi manusia yang lebih bijak. Penderitaan
tidak selalu merugika untuk yang merasakan. Mental seseorang sangat berperan
penting untuk menghadapi penderitan yang sedang di alami. Selain mental yang
kuat peran orang sekitar manusia juga sangat berperan untuk menyelesaikan
penderitaan dan juga memberikan dorangan motivasi serta jalan keluar untuk
menyelesaikan penderitaan seseorang.
Contoh penderitaan :
-Pemutusan
hak kerja
Bagi orang yang sudah berkeluarga mungkin
penderitaan ini yang paling di takutkan apalagi bagi seorang ayah yang
mempunyai kewajiban menafkahi keluarganya,hal ini akan berdampak buruk tidak
hanya bagi sang ayah namun juga bagi keluarganya.
-Kehilangan
orang tua
Hubungan kita dengan orang tua merupakan suatu
hubungan yang unik. Oleh sebab itu pasangan diharapkan bisa memahami makna
kehilangan ini. Misalnya dengan berusaha menggantikan posisinya demi mendukung
pasangan. Antara lain dengan cara selalu berada di dekatnya, menjadi pendengar
yang baik, dan selalu siap membantunya.
- Kemiskinan
Dalam hal ini mungkin semua orang menderita
mengalami kemiskinan.namun miskin disini bukan miskin melarat melainkan hidup
pas-pasan.bagi sebagaian orang hidup seperti itu tidak enak namun bagi orang
lain mungkin hidup seperti itu lebih baik dari pada berlimpah harta namun
anggota keluarga tidak bahagia,semua di atur oleh uang,sibuk dengan tugas
masing",tidak ada komunikasi.hal itu di buktikan dengan adanya kata-kata
" makan ga makan yang penting kumpul".
B. SIKSAAN
Arti siksaan, siksaan berupa jasmani&rohani
bersifat psikis, kebimbangan, kesepian,
ketakutan. Berbicara tentang siksaan, maka terbayang pada ingatan kita tentang
neraka dan dosa dan akhirnya firman Tuhan dalam kitab suci Al-Quran. Seperti
kita maklumi di dalam kitab suci Al-Quran terdapat banyak sekali surat dan ayat
yang membicarakannya tentang siksaan ini. Dalam Al-Quran surat – surat lain
banyak berisi jenis ancaman dan siksaan bagi orang – orang musyrik, syirik,
makan riba, dengki, memfitnah, mencuri, makan harta anak yatim, dan sebagainya.
Namun siksaan yang dialami manusia setelah didunia fana ini tidak akan
dibicarakan oleh penulis dalam modul ini, karena itu tugas para ahli agama.
Berbicara tentang siksaan terbayang dibenak kita
sesuatu yang sangat mengerikan bahkan mungkin mendirikan bulu kuduk kita,
siksaan itu berupa penyakit, siksaan hati, siksaan badan oleh orang lain dan
sebagainya. Siksaan manusia ini ternyata juga menimbulkan kreativitas bagi yang
pernah mengalami siksaan atau orang lain yang berjiwa seni yang menyaksikan
baik langsung ataupun tidak langsung.
Siksaan yang dialami oleh manusia memang merupakan
beban berat, sehingga dunia ini benar-benar merupakan neraka dalam hidupnya. Bagi
mereka yang mulai merasakan tidak mampu lebih lama menderita, biasanya
terlontar kata-katanya lebih baik mati daripada hidup, dengan pengertian bahwa
dengan kematiannya maka berakhirlah penderitaan yang dialaminya. Itulah
sebabnya mereka yang terlalu menderita dan merasa putus asa, lalu mengambil
jalan "pintas" dengan bunuh diri.
Kekalutan Mental
Pengertian kekalutan mental merupakan suatu
keadaan dimana jiwa seseorang mengalami kekacauan dan kebingungan dalam dirinya
sehingga ia merasa tidak berdaya. Saat mendapat kekalutan mental berarti
seseorang tersebut sedang mengalami kejatuhan mental dan tidak tahu apa yang
mesti dilakukan oleh orang tersebut. Dengan mental yang jatuh tersebut tak
jarang membuat orang yang mengalami kejatuhan mental menjadi tak waras lagi
atau gila. Karena itu orang yang mengalami kejatuhan atau kekalutan mental
seharusnya mendapat dukungan moril dari orang-orang dekat di sekitarnya seperti
orangtua, keluarga atau bahkan teman-teman dekat atau teman-teman pergaulannya.
Hal tersebut dibutuhkan agar orang tersebut mendapat semangat lagi dalam hidup.
Gejala-gejala permulaan pada orang yang mengalami
kekalutan mental adalah sebagai berikut ;
-Jasmaninya sering merasakan pusing-pusing, sesak
napas, demam dan nyeri pada lambung.
-Jiwanya sering menunjukkan rasa cemas, ketakutan,
patah hati, apatis, cemburu, dan mudah marah.
Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah sebagai
berikut :
-Gangguan kejiwaan akan nampaak dalam
gejala-gejala kehidupan penderita, baik pada jasmani maupun rohaninya.
-Usaha
mempertahankan diri dilakukan dengan cara negatif (escape mechanism), yaitu
mundur atau lari (menghindarkan diri), sehingga cara bertahan dirinya tentu
salah. Hal ini akan berbeda apabila terjadi pada orang yang tidak menderita
gangguan kejiwaan, yang apabila menghadapi pesoalan justru akan segera
memecahkan persoalan sehingga tidak menekan perasannya. Jadi, bukan melarikan
diri dari persoalan, tetapi melawan atau memecahkan persoalan (problem
solving).
-Kekalutan
merupakan titik patah (mental breakdown), dan yang bersangkutan mengalami
disorder (tidak semestinya atau gangguan).
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental dapat
disebutkan sebagai berikut :
-Kepribadian
yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna. Hal-hal
tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri, yang
berangsur akan menyudutkan kedudukannya dan menghancurkan mentalnya. Hal ini
banyak terjadi pada orang-orang melankolis.
-Terjadinya
konflik sosial-budaya akibat adanya norma yang berbeda antara yang bersangkutan
dan yang ada dalam masyarakat, sehingga ia tidak dapat menyesuaikan diri lagi,
misalnya orang dari pedesaaan yang telah mapan sulit menerima keadaan baru yang
jauh berbeda dari masa lalunya yang jaya.
-Cara pematangan bathin yang salah dengan
memberikan reaksi berlebihan terhadap kehidupan sosial; overacting sebagai
overkompensasi dan tampak emosional. Sebaliknya ada yang underacting sebagai
rasa rendah diri yang lari ke alam fantasi.
Proses-proses kekalutan mental yang dialami oleh
sesorang dapat mendorongnya ke arah berikut ini :
1. Positif, bila trauma (luka jiwa) yang dialami
seseorang akan dijawab secara baik sebagai usaha agar tetap survive dalam
hidup. Misalnya, melakukan shalat Tahajud bagi umat Islam waktu malam hari
untuk memperoleh ketenangan dan mencari jalan keluar untuk mengatasi kesulitan
yang dihadapi, atau melakuka kegiatan yang positif setelah kejatuhan dalam
kehidupan (Dalam pepatah dikatakan; Hendaknya jatuh tupai janganlah sampai
jatuh tapai!).
2. Negatif, bila trauma yang dialami tidak dapat
dihilangkan, sehingga yang bersangkutan mengalami frustrasi, yaitu tekanan
batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan. Bentuk frustrasi yang
dialami orang dewasa antara lain sebagai berikut :
- Agresi, serangan berupa kemarahan yang meluap
akibat emosi yang tidak terkendalikan. Secara fisik berakibat mudah terjadinya
hipertensi (tekanan darah tinggi), atau melakukan tindakan sadis yang dapat
membahayakan orang sekitarnya.
- Regresi, kembali pada pola reaksi yang primitif
atau kekanak-kanakan (infantil), misalnya dengan menjerit-jerit, menangis
sampai meraung-raung dan merusak barang-barang.
- Fiksasi, peletakan atau pembatasan pada satu
pola yang sama (tetap), misalnya dengan membisu, memukul-mukul dada sendiri dan
membentur-benturkan kepala pada benda keras.
- Proyeksi, usaha mendapatkan, melemparkan atau
memproyeksikan sikap-sikap sendiri yang negatif pada orang lain. Kata pepatah :
awak yang tidak pandai menari, dikatakan lantai yang terjungkat.
- Indentifikasi, menyamakan diri dengan seseorang
yang sukses dalam imajinasi, misalnya dalam kecantikan, yang bersangkutan
menyamakan dirinya dengan bintang film, atau dalam soal harta kekayaan dengan
pengusaha kaya yang sukses.
- Narsisme, self love yang berlebihan sehingga
yang bersangkutan merasa dirinya lebih superior dari pada orang lain.
- Autisme, gejala menutup diri secara total dari
dunia riil, tidak ingin berkomunikasi dengan orang luar, dan merasa tidak puas
dengan fantasinya sendiri yang dapat menjurus pada sifat yang sinting.
Oleh karena itu, penderita kekalutan mental lebih
banyak terdapat dalam lingkungan :
- Kota-kota besar banyak memberikan
tantangan-tantangan hidup yang berat, sehingga orang merasa dikejar-kejar dalam
memenuhi keperluan hidupnya. Akibatnya, sebagian orang tidak mau tahu
penderitaan orang lain, timbullah egoisme yang merupakan salah satu ciri
masyarakat kota.
- Anak-anak
usia muda tidak berhasil dalam mencapai apa yang dikehendaki atau
diidam-idamkan, karena tidak berimbanganya kemampuan dengan tujuannya, dan
karena belum berpengalaman. Orang-orang usia tua pun sering mengalami
penderitaan dalam kenyataan hidupnya, akibat norma lama yang dipegangnya secara
teguh sudah tidak sesuai dengan norma baru yang tengah berlaku.
- Wanita umumnya lebih mudah merasakan suatu
masalah dan memendamnya di dalam hati (introver). Namun, sulit mengeluarkan
perasaannya tersebut, sementara mereka memiliki kondisi tubuh yang lebih lemah.
Hal ini mengakibatkan mereka banyak memendam masalah dalam hati, sehingga
tidaklah mengherankan kalau kaum wanita
banyak yang menjadi penderita psikosomatik (penyakit akibat gangguan
kejiwaan) dari pada kaum pria.
- Orang-orang yang tidak beragama tidak memiliki
keyakinan bahwa diatas dirinya ada kekuasaan yang lebih tinggi sehingga sikap
pasrah pada umumnya tidak dikenalnya. Dalam keadaan yang sulit, orang seperti
ini mudah sekali megalami penderitaan, diperkirakan bahwa jumlah penderita
golongan ini mencapai 40 %.
- Orang yang terlalu mengejar materi, seperti
pedagang dan pengusaha, selalu memiliki sifat ‘gigiah’ dalam memperoleh tujuan
kegiatanya, yaitu mencari untung sebanyak mungkin. Mereka adalah kaum
materialis dan biasanya mengabaikan masalah spiritual yang justeru membuat
seseorang pasrah pada saat-saat tertentu.
Cara-cara untuk menghindarkan diri dari frustrasi
antara lain adalah sebagai berikut :
- Seseorang harus memelihara kesehatan jiwa
(mental health) yang memiliki ciri-ciri seperti memelihara tujuan hidup,
bergairah namun tetap serta harmonis, ada keseimbangan antara kemampuan dan
tujuan, memiliki integrasi dan regularisasi tehadap struktur kepribadian, dan
efisien dalam tindakan-tindakannya.
- Melatih berpikir dan berbuat wajar tanpa
menggunakan defence mechanism atau escape mechanism yang negatif. Artinya hanya
bersifat pertahanan mundur yang pada suatu saat akan mengakibatkan seseorang terpojok
sendiri. Untuk menghindari hal tersebut, salah satu cara yang baik adalah
dengan melakukan positive thinking, yaitu suatu cara untuk memecahkan persoalan
dengan berpikir jauh ke depan (futuristis).
- Berani mengatasi kesulitan sebagai respons terhadap
challenge (tantangan) yang dihadapi agar dirinya survive dalam kehidupan. Keberhasilan
seseorang dalam mengatasi kesulitan yang dihadapi akan membuat dirinya menjadi
puas.
- Berkomunikasi dengan orang lain, terutama dengan
para ahli (Psikiater). Lebih dari itu adalah menghilangkan himpitan perasaan
untuk memperoleh petunjuk dalam mengatasi kesulitan yang dihadapi, selain
dengan para ahli, cara mengatasi persoalan juga dapat dilakukan dengan
berkomunikasi dengan kawan akrab. Kawan akrab dapat diajak bertukar pikiran,
sehingga bisa membantu dalam meringankan suatu masalah, misalnya frustrasi. Dalam
banyak hal, kawan akrab selalu menampung segala rasa, terutama rasa yang tidak
menyenangkan, misalnya penderitaan. Bahkan, pada saat yang diperlukan dapat juga
memberikan nasihat yang dibutuhkan.
- Beberapa
istilah yang sering dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari, berkaitan dengan
soal kekalutan adalah obsesi dan kompulsi. Obsesi adalah ketakutan yang selalu
membayangi penderitanya, ia tidak mampu melepakan dirinya dari ketakutan
tersebut dan tidak mampu pula mengatasinya. Misalnya, seseorang yang tahu bahwa
dia menderita kanker, setiap saat yang terbayang adalah kematian yang
mengerikan, penderitaannya makin berat ketika ia mendengar atau membaca soal kanker.
- Kompulsi
adalah perbuatan yang didasari sebagai hal yang irasional (tidak masuk akal),
tetapi dilakukan juga diluar kesadarannya akibat dari adanya obsesi yang
dideritanya. Misalnya orang latah, yang diluar kesadarannya berkata jorok
karena ada obsesi ketidak puasannya soal seks, orang kleptomania adalah
orang-orang yang suka mengambil
barang-barang kecil dan kurang berharga para waktu kecilnya kurang mendapatkan
dari orang tuanya.
- Penderitaan maupun siksaan yang dialami oleh
manusia memang merupakan beban berat, mengakibatkan seseorang seolah-olah
merasa bahwa dunia ini benar-benar merupakan neraka dalam hidupnya. Oleh karena
itu, biasanya terlontar kata-kata lebih baik mati daripada hidup. Dengan
pengertian bahwa dengan kematian, berakhirlah penderitaan yang dialaminya.
Itulah sebabnya, mereka yang terlalu menderita dan merasa putus asa, lalu
mengambil jalan “pintas”, yaitu bunuh diri.
- Benarkah orang yang telah meninggal, terutama
yang memakai jalan bunuh diri sudah lepas dari penderitaan? Jawabannya tidak,
karena ajaran agama pada umumnya mengatakan bahwa Tuhan tidak dapat menerima
mereka yang bunuh diri di surga, karena bunuh diri dianggap telah melampaui-Nya
dalam menentukan nasib.
C. PENDERITAAN DAN PERJUNGAN
Penderitaan adalah bagian kehidupan manusia yang
bersifat kodrati. Dan perjuangan merupakan usaha manusia untuk keluar dari
penderitaan. Setiap manusia pasti mengalami penderitaan, baik berat ataupun
ringan. Penderitaan adalah bagian kehidupan manusia, karena itu terserah kepada
manusia itu sendiri untuk berusaha mengurangi penderitaan itu semaksimal
mungkin, bahkan menghindari atau menghilangkan sama sekali. Manusia adalah
mahluk berbudaya dengan budayanya itu ia berusaha mengatasi penderitaan yang
mengancam atau dialaminya. Hal ini membuat manusia itu kreatif, baik bagi
penderita sendiri maupun bagi orang lain yang melihat atau mengamati
penderitaan. Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah
menjadi konsekwensi manusia hidup, bahwa manusia hidup ditakdirkan bukan hanya
untuk bahagia, melainkan juga menderita.
Karena itu manusia hidup tidak boleh pesimis, yang
menganggap hidup sebagai rangkaian penderitaan. Manusia harus optimis ia harus
berusaha mengatasi kesulitan hidup. Pembebasan dari penderitaan pada hakekatnya
meneruskan kelangsungan hidup. Caranya ialah berjuang menghadapi tantangan
hidup dalam alam lingkungan, masyarakat sekitar, dengan waspada, dan disertai
doa kepada Tuhan supaya terhindar dari bahaya dan malapetaka.Manusia hanya
merencanakan dan Tuhanlah yang menentukan. Kelalaian manusia merupakan sumber
malapetaka yang menimbulkan penderitaaan.
Penderitaan yang terjadi selain dialami sendiri
oleh yang bersangkutan, mungkin juga dialami oleh orang lain. Bahkan mungkin
terjadi akibat perbuatan atau kelalaian seseorang, orang lain atau masyarakat
menderita. Penderitaan maupun siksaan yang dialami oleh manusia memang
merupakan beban berat, sehingga dunia ini benar-benar merupakan neraka dalam
hidupnya. Bagi mereka yang mulai merasakan tidak mampu lebih lama menderita,
biasanya terlontar kata-katanya lebih baik mati dari pada hidup, dengan
pengertian bahwa dengan kematiannya, maka berakhirlah penderitaan yang
dialaminya. Itulah sebabnya mereka yang terlalu menderita dan merasa putus asa,
lalu mengambil jalan pintas, dengan bunuh diri. Oleh karena itu kita sebagai
manusia yang mempunyai daya juang yang tinggi tidak seharusnya kita pesimis
menghadapi penderitaan ini alangkah lebih baiknya kita terus berdoa kepada
Tuhan yang maha esa supaya diberikan hidayahnya.
Penyebab penderitaan banyak disebabkan oleh
berbagai hal di bawah ini :
- Hubungan tidak baik antara manusia dengan
manusia yang mengakibatkan penderitaan didasari rasa dengki, iri, sakit hati,
kejam serta alasan lain yang mendasari perbuatan buruk manusia lain terhadap
sesama yang dapat memicu penderitaan entah itu dari korban yang mengalami
maupun pelaku yang mengalami derita.
- Hubungan
tidak baik antara manusia dengan Alam yang mengakibatkan bencana, kurangnya
kesadaran manusia untuk merawat alam dan bahkan manusia yang sengaja merusak
alam dengan
- Ketamakan hanya karena masalah uang sehingga
terjadi berbagai becana seperti Longsor.
- Penderitaan
karena cobaan, disini kita dituntut akan kesetiaan kita melalui suatu cobaan
dan percayalah bahwa Tuhan tidak akan meberikan suatu cobaan diluar kemampuan
umat-Nya.
Berbagai pengaruh dari penderitaan dapat
dikategorikan bersifat positif dan negatif tergantung dari bagaimana manusia
menghadapi kenyataan ini, apabila menyikapi secara positif dengan mudah ia bisa
menepis pegaruh penderitaan itu dengan contoh motto yang telah saya berikan
bahwa "Hidup adalah Berjuang karena Hidup adalah Perjuangan". jadi
dia bisa kuat menghadapi penderitaan da selalu berusaha kuat untuk menghadapi
penderitaan. Lawannya adalah sika negatif dalam menghadapi penderitaan, ini
efek terparahnya yakni penyesalan, minder berlebihan, tidak bahagia, selalu
putus asa manusia mudah meyerah dalam hidup dan tidak sedikit yang lebih
memilih mati meskipun mati bukanlah cara untuk menyelesaikan penderitaan.
D. PENDERITAAN, MEDIA MASA DAN SENIMAN
Bagi media masa dan seniman penderitaan dibuat
melalui karya sastra yang dapat dikomunikasikan kepada masyarakat sehingga ikut
merasakan penderiaan tersebut. Dalam dunia modern sekarang ini kemungkinan
terjadi penderitaan itu lebih besar. Hal ini telah dibuktikan oleh kemajuan
teknologi dan sebagainya. Penderitaan yang terjadi di seluruh dunia merupakan
salahs atu obyek sasaran media massa untuk membuat berita,kemudian akan sampai
ke seluruh penjuru masyarakat termasukpara seniman yang kemudian akan mengapresiasikan
rasasimpatinya melalui karya seni
Mensejahterakan manusia dan sebagian lainnya
membuat manusia. Penciptaan bom atom, reaktor nuklir, pabrik senjata, peluru
kendali, pabrik bahan kimia merupakan sumber peluang terjadinya penderitaan
manusia. Hal ini sudah terjadi seperti bom atom di Hirosyima dan Nagasaki,
kebocoran reaktor nuklir di Unisovyet, kebocoran gas beracun di India. Penggunaan
peluru kendali dalam perang Irak.
Beberapa sebab lain yang menimbulkan penderitaan
manusia ialah kecelakaan, bencana alam, bencana perang dan lain-lain. Contohnya
ialah tenggelamnya kapal Tampomas Dua di perairan Masalembo, jatuhnya pesawat
hercules yang mengangkut para perwira muda di Condet, meletusnya gunung
Galunggung, perang Irak dan Iran.
Media masa merupakan alat yang paling tepat untuk
mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada
masyarakat. Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan
sikap antara sesama manusia terutama bagi yang merasa simpati. Tetapi tidak
kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni,
sehingga para pembaca, penontonnya dapat menghayati penderitaan sekaligus
keindahan karya seni. Sebagai contoh bagaimana penderitaan anak yang bernama
Arie Hanggara yang mati akibat siksaan orang tuanya sendiri yang difilmkan
dengan judul Arie Hanggara.
E. PENDERITAAN DAN SEBAB-SEBABNYA
- Penderitaan
yang muncul karena perbuatan buruk manusia
Menurut pandangan saya, penderitaan ini muncul
disebabkan hubungan antara manusia dengan lingkungan sekitarnya baik dengan
antar sesama manusia ataupun dengan alam. Penderitaan ini dapat muncul karena
ketidak harmonisan antara elemen satu dengan yang lainnya. contohnya pada
hubungan dalam bermasyarakat, ada kalanya didalam bermasyarakat terdapat
perbedaan pendapat yang dapat menimbulkan perselisihan diantara satu dengan
yang lainnya, hal ini bisa saja mengakibatkan timbulnya rasa dengki, marah,
bahkan saling menuduh atau menjelek-jelekan. dari sinilah penderitaan muncul
karena perbuatan saling tidak menyukai tersebut. dalam hal ini, penderitaan
yang dialami adalah penderitaan secara batin karena terdapat rasa sakit hati
apabila ada seseorang yang menjelek-jelekan bahkan rasa itu bisa saja semakin
sakit apabila sudah terjadi pertengkaran yang membuat hubungan didalam
masyarakat sudah tidak ada rasa nyaman dan aman. Selain karena ketidak
harmonisan dengan sesama, ketidak harmonisan dengan alam juga dapat membawa
penderitaan. contohnya apa yang sedang terjadi saat ini yaitu bencana alam
terjadi dimana-mana. karena kesalahan manusia terhadap alam lah yang membuat
alam menjadi tidak bersahabat lagi dengan manusia maka muncul lah penderitaan
pada setiap orang yang terkena bencana alam. penderitaan yang dialami adalah
penderitaan secara fisik dan batin, karena mereka yang terkena bencana alam
harus rela kehilangan harta benda bahkan keluarga mereka.
- Penderitaan
yang muncul karena suatu penyakit/siksaan
Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat
penyakit atau siksaan / azab Tuhan. Namun kesabaran, tawakal, dan optimism
dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu. Banyak contoh
kasus penderitaan semacam ini dialami manusia. Beberapa kasus penderitaan dapat
diungkapkan berikut ini : Seorang anak lelaki buta sejak diahirkan, diasuh
dengan tabah oleh orang tuanya. Ia disekolahkan, kecerdasannya luar biasa.
Walaupun ia tidak dapat melihat dengan mata hatinya terang benderang. Karena
kecerdasannya, ia memperoleh pendidikan sampai di universitas dan akhirnya
memperoleh gelar doctor di Universitas Sourbone Perancis. Dia adalah Prof.Dr.
Thaha Husen, guru besar Universitas di Kairo, Mesir.
F. PENGARUH PENDERITAAN
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan
memperoleh pengaruh bemiacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul
dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya
penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri. Sikap
ini diungkapkan dalam peribahasa “sesal dahulu pendapatan, sesal kernudian tak
berguna”, “nasi sudah menjadi bubur”.
Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi
penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan
perjuangan membebaskan diri dart penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya
bagian dari kehidupan.
Apabila sikap negatif dan sikap positif.ini
dikomunikasikan oleh para seniman kepada para pembaca, penonton, maka para
pembaca, para penonton akan memberikan penilaiannya. Penilaian itu dapat berupa
kemauan untuk mengadakan perubahan nilai-nilai kehidupan dalam masyarakat
dengan tujuan perbaikan keadaan. Keadaan yang sudah tidak sesuai ditinggalkan
dan diganti dengan keadaan yang lebih sesuai. Keadaan yang berupa hambatan
harus disingkirkan.
Pengaruh yang akan terjadi pada seseorang jika
mengalami penderitaan biasanya hubungan dia dengan orang lain terganggu , Sifat
mental dia mengalami gangguan dan menghancurkan kehidupanya.
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan
memperoleh pengaruh bermacam – macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul
dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya
penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri. Sikap
ini diungkapkan dalam peribahasa “sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tak
berguna”, “nasi sudah menjadi bubur”. Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat
timbul sikap anti, misalnya anti kawin atau tidak mau kawin, tidak punya gairah
hidup.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar