Label

Kamis, 04 Juli 2013

Manusia dan Harapan

Kali ini saya mendapat tugas tulisan mengenai manusia dan harapan, namun pada tugas kali ini sangat berbeda dari biasanya karena tugas ini ditulis menurut pamikiran sendiri dengan kata lain tugas ini merupakan dari pemikiran sangpembuat sendiri (saya).
Manusia dan harapan, pada umumnya manusia dan harapan tidak bisa dipisahkan karena harapan dari manusia tersebut dapat diartikan dengan berbagai aktivitas yang dilakukannya. Harapan dapat diartikan sebagai tujuan, target, impian, dapat juga diartikan sebagai cita-cita tergantung dari manusia itu menyikapinya. Manusia tidak jauh dari harapan, karena setiap manusia pasti memiliki harapannya masing-masing yang ingin dicapai atau terkabulkan. Harapan juga dapat diminta dengan cara berdoa namun dengan hanya berdoa tidak dapat begitu saja mendapatkan apa yang diharapkan, terkadang manusia juga harus berusaha untuk mencapai tujuan atau hal yang diharapkannya.
Menurut saya jika memiliki harapan yang kuat buat tujuan diri sendiri utamanya kita harus berdoa dan berusaha untuk mencapainya dengan segala yang kita miliki bukan dengan segala cara yang ada. Karena banyak orang yang memilih kejalan yang instan di zaman sekarang ini, seperti korupsi, melakukan tindak kecurangan, dan sebagainya. Untuk mencegahnya hal seperti itu penting bagi kita memiliki rasa percaya diri dengan kemampuan kita dan menyatakan bahwa "saya bisa dengan kemampuan yang saya miliki". Sebagai kata penutup dari saya mengatakan berbuatlah yang terbaik dalam segala bidang yang dimiliki karena waktu tidak dapat berulang kembali. 

Rabu, 05 Juni 2013

Manusia dan Kegelisahan



Umat Hindu DIY Kesulitan Gunakan Candi
Rabu, 24 Maret 2010 | 19:02 WIB

Laporan Riko Sonora
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Candi yang bertebaran di Daerah Istimewa Yogyakarta ternyata tidak bisa digunakan maksimal umat Hindu untuk beribadah. Pasalnya, ketika beribadah umat harus membayar karcis masuk candi. Tak hanya itu, jika tidak tepat waktunya, umat dilarang untuk menggunakannya.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Wilayah Yogyakarta, Drs. Ida Bagus Agung, MT menyatakan kesulitan menggunakan candi untuk ibadah seharusnya tidak perlu. Menurutnya, kegelisahan Umat Hindu DIY masih dirasakan hingga kini.
"Tak hanya di Yogyakarta, umat di Jawa Timur dan Kalimantan juga merasakan kegelisahan yang sama," ungkap Ida Bagus Agung. Keluhan ini disampaikan Ketua PHDI Yogyakarta Drs. Ida Bagus Agung, MT didepan anggota DPD asal DIY yang menggelar Sosialisai DPD dengan masyarakat, tokoh agama, akademisi dan LSM di Gedung Pracimosono, Kepatihan Yogyakarta, Rabu (24/03/2010).
Menurut Ida Bagus Agung, kegelisahan umat Hindu yang harus membayar masuk candi sudah lama dirasakan sejak puluhan tahun. Selama ini sekitar 18-20 ribu umat Hindu memang menggunakan pura untuk beribadah. Ia menyebut status pura itu sama dengan candi yakni untuk beribadah.
Namun, umat masih harus membayar dan minta ijin kepada aparat yang menjaga candi. Ketika ditanyakan apakah kegelisahan ini sudah dilaporkan ke Mentri Agama Suryadarma Ali, Ketua PHDI Yogyakarta Ida Bagus Agung mengaku respon positif sudah disampaikan.
Mengutip sambutan Suryadarma Ali ketika menghadiri Upacara Tawur Kesanga di candi Prambanan(15/03/2010), Ida Bagus menyatakan saat ini pemerintah sedang merevisi Undang-Undang Peninggalan Purbakala yang ada di Indonesia. Karena itu, sekarang ini momen yang tepat untuk Umat Hindu menyampaikan saran kepada pemerintah.

Sumber

Opini
Menurut saya di Indonesia ini sudah jelas dalam undang-undang yang menyatakan warga negaranya bebas beragama, namun dalam kasus ini terlihat bahwa umat Hindu sulit untuk memasuki tempat ibadahnya. Bagaimana sikap yang diambil pemerintah tentang kejadian ini ?? apakah tidak ada tindakan yang pasti untuk memecahkan masalah seperti ini sebagai sesama umat beragama. Menurut saya diberlakukan nya membayar dan meminta ijin kepada aprat untuk memasuki rumah ibadat itu "LUCU" kenapa buat beribadah saja sampai seperti itu, apa perlu setiap umat Hindu memakai tanda pengenal untuk memasuki rumah ibadat ??
jika memang di Indonesia memiliki umat beragama dan memiliki toleransi sesama umat beragama seharusnya hal seperti ini di selesaikan dengan mudah dan cepat.

Manusia dan Tanggung Jawab


Soal Penghargaan untuk SBY, Hikam: Internasional dan Sejarah yang Menilai
Kamis, 30/05/2013 19:01 WIB
M. Rizal - detikNews

Jakarta - Pemberian penghargaan World Statesmen Award kepada Presiden SBY dinilai merupakan penilaian publik internasional dan sejarah. Oleh sebab itu, kontroversi atas penghargaan yang akan diberikan oleh Appeal of Conscience Foundation (ACF) tidak perlu menciptakan polemik yang kontra produktif.

"Pak SBY sebagai Presiden, dan ada sebuah lembaga atau yayasan internasional yang akan memberikan penghargaan, ya itu biarlah publik internasional dan sejarah yang menilai," ungkap pengamat politik dan eks Menristek, Muhammad AS Hikam di Jakarta, Kamis (30/5/2013).

Hikam mengatakan, kontroversi penghargaan dunia serupa juga terjadi pada saat Presiden Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) mendapat penghargaan dari Simon Perez Foundation. 

"Dulu juga ada kontroversi. Tetapi, Gus Dur biasa saja. Tidak ada satupun pendukung Gus Dur atau NU yang memaki-maki kepada orang yang tidak setju atau mempertanyakan itu," terangnya.

Hikam menilai, memang semua orang atau lembaga memiliki hak untuk memberikan penghargaan tertentu kepada seseorang atau kepala negara tertentu. Alasannya, karena ada ukuran-ukuran yang digunakan dalam memberikan penilaian, sehingga seseorang dianugerahi penghargaan.

"Kita harus fair ada hak itu. Kedua, kalau ada pihak yang tidak sepakat, tidak mendukung atau beda pendapat, saya kira harus dihormati dan ditolerir juga. Jangan sampai ketidaksepakatan atau tidak mendukung menjadi fitnah, dan mencipyakan polemik yang tidak produktif," ujarnya.

Sementara itu soal penghargaan itu, penentangan datang dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Mereka menilai penghargaan itu tak tepat.

"Penghargaan yang akan diberikan kepada SBY sangat tidak sesuai dengan kenyataan. Terhadap pola yg terjadi itu hampir mirip yaitu adanya pembiaran, karena dalam statemen SBY, menjaga kerukunan itu tanggung jawab daerah," Direktur Advokasi YLBHI, Bahrain di Hotel Ibis, Jakarta.

YLBHI menilai SBY belum cocok diberi penghargaan seperti itu. YLBHI juga sudah menyurati pihak yang akan memberikan penghargaan, tapi belum ada respon. 

"Tapi nantinya kalau SBY tetap terima penghargaan itu ya berarti SBY harus konsisten dong menjaga kerukunan umat beragama. Jangan sampai setelah dapat penghargaan nanti keadaannya tetap sama," urai Bahrain.

Sumber

Opini
Menurut saya kita tetap tidak dapat berbuat banyak untuk menanggapi tentang penghargaan yang telah diberikan kepada Bapak Presiden SBY, karena jika memang berbeda dengan yang terjadi dilapangan dengan penghargaan tersebut lalu kita bisa apa ?? saya yakin mereka yang memberi penghargaan tersebut sudah memiliki komposisi nilai untuk menobatkan Bapak Presiden. Saya sangat setuju dengan yang menolak Bapak Presiden untuk tidak menerima penghargaan tersebut karena tidak sesuai dengan kondisi di Indonesia, namun jika SBY lebih memilih untuk menerima itu merupakan tanda untuk membenahi apa yang seharusnya menjadi tanggung jawab Bapak Presiden sebagai penerima penghargaan.

Rabu, 08 Mei 2013

Manusia dan Pandangan Hidup


Dalai Lama Kecam Serangan terhadap Warga Muslim di Myanmar
Novi Christiastuti Adiputri - detikNews

Washington - Tokoh spiritual Tibet, Dalai Lama ikut menanggapi konflik sektarian yang terjadi di Myanmar. Dalai Lama mengecam aksi kekerasan yang juga melibatkan para biksu terhadap warga muslim di negara tersebut. 

Komentar ini disampaikannya saat berpidato di hadapan para mahasiswa di University of Maryland, Amerika Serikat pada Selasa (7/5) waktu setempat. Dalam pidatonya, Dalai Lama menyebut, pembunuhan atau aksi kekerasan atas nama agama benar-benar perbuatan yang 'tak pernah terbayangkan'.

"Menurut saya, sangat menyedihkan," ujar Dalai Lama seperti dilansir PressTV, Rabu (8/5/2013).

"Saya berdoa bagi mereka (para biksu) agar merenungkan perbuatannya di hadapan Buddha," imbuhnya.

Lebih lanjut, Dalai Lama menyebut, konflik sektarian yang terjadi lebih disebabkan masalah politis, bukannya spiritual.

Konflik sektarian di Myanmar yang melibatkan warga penganut Buddha dengan penganut Islam, terutama yang berasal dari Rohingya, telah memakan banyak korban jiwa. Diyakini, ratusan warga Rohingya tewas dan ribuan orang lainnya terpaksa mengungsi karena serangan brutal yang dilakukan para ekstremis yang menyebut dirinya pengikut Buddha.

Para ekstremis ini menyerang warga muslim dan membakar rumah-rumah serta masjid-masjid di lingkungan mereka. Pemerintah Myanmar pun dituding gagal dalam melindungi warganya yang penganut Islam.

Sumber

Opini
Menurut saya akan artikel diatas merupakan contoh dari sekian banyaknya permasalah tentang tenggang rasa antar sesama umat beragama yang memiliki ideologinya masing-masing dan memiliki pandangan hidup yang dangkal. Dalam artikel disebutkan " konflik sektarian yang terjadi lebih disebabkan masalah politis, bukannya spiritual." ini sesuatu yang sangat menyeramkan bisa dibilang karena pasti ada orang dibalik ini yang mengambil kesempatan dalam konflik tersebut.
Sebaiknya kita sebagai sesama umat beragama harus saling menghormati, bukan saling menjatuhkan. Semua itu pasti dapat dijalankan dengan baik, dimulai dari diri sendiri untuk bersikap hormat dengan teman yang lain agama dengan kita. 

Manusia dan Pandangan Hidup

     Seperti yang kita ketahui setiap manusia pasti memiliki pandangan hidup. Pandangan hidup bersifat kodrati, oleh karena itu pandangan hidup menentukan masa depan seseorang. Pandangan hidup memiliki arti sebagai pendapat atau pertimbangan yang di jadikan pedoman dalam menjalani hidup di dunia. Waktu yang lama dan melalui berbagai proses yang terus menerus dalam kehidupan untuk menemukan pandangan hidup bagi seseorang, bisa dari buah pemikiran yang matang atau bahkan bisa dari pengalaman hidup seseorang itu.

     Ada beberapa macam pandangan hidup yang di klasifikasikan manjadi 3 macam :
  • Pandangan Hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
  • Pandangan Hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebuadayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut.
  • Pandangan Hidup hasil  renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
     Pandangan hidup seseorang yang diterima oleh sekelompok orang sebagai pendukung suatu organisasi, maka pandangan hidup itu disebut ideologi.

Senin, 06 Mei 2013

Manusia dan Keadilan

     Pada dasarnya manusia diciptakan oleh Tuhan sama dengan yang lain yang berarti juga memiliki keadilan dalam hidup, dengan kata lain setiap umat manusia memiliki hak dan kewajiban yang sama rata satu dengan yang lain. Keadilan pada dasarnya merupakan sebuah kebutuhan mutlak bagi setiap manusia dibumi ini dan tidak akan mungkin dapat dipisahkan dari kehidupan. Mungkin di zaman yang lampau manusia masih memperbudak dan memperdagangkan sesama manusia, karena mereka belum menyadari akan hal ini yang berarti tidak ada kebebasan hidup antar manusia tidak jauh dengan peraturan rimba yang mengatakan "yang kuatlah yang dapat bertahan hidup", namun lain halnya dengan masa lalu seperti itu sekarang semua manusia mengerti akan kebebasan dan keadilan yang berarti telah mendapatkan hak dan kewajiban mereka sama antara satu dengan yang lainnya dan dipatenkan dalam hukum.
   
     Pengertian Keadilan menurut para ahli sebagai berikut :

  • Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan yang di lakukan manusia. Kelayakan dapat di artikan sebagai titik tengah di antara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem tersebut bersangkutan dengan orang atau benda. Bila orang tersebut mengalami kesamaan dalam ukuran yang telah di tetapkan maka berhak mendapatkan benda yang sama dalam jumlah yang sama.
  • Keadilan menurut Plato di proyeksikan pada diri manusia sehingga yang di katakan adil adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaan di kendalikan oleh akal.
  • Berbeda dengan Plato, Socrates memproyeksikan keadilan pada pemerintahan. Menurut Socrates keadilan tercipta apabila warga negara sudah merasakan pihak pemerintahan sudah melaksanakan tugasnya dengan baik.
Sumber

Manusia dan Keadilan


Perbudakan Tangerang, Contoh Perbudakan Modern
Penulis : Indra Akuntono | Senin, 6 Mei 2013 | 11:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, mengatakan, praktik perbudakan terhadap 34 orang buruh pabrik pengolahan aluminium di Tangerang, Banten, merupakan salah satu contoh perbudakan modern. Menurut Fadli, kasus-kasus serupa mungkin saja akan terus berlangsung.

"Di tengah globalisasi, modus perbudakan modern masih banyak terjadi," ujar Fadli kepada para wartawan di Jakarta, Senin (6/5/2013).

Aparat penegak hukum dinilai telah mengambil langkah tepat dalam kasus perbudakan 34 buruh tersebut. Meski begitu, hal selanjutnya yang perlu ditelusuri adalah kemungkinan terlibatnya sindikat human trafficking (perdagangan manusia) internasional dalam kasus tersebut.

Berdasarkan Trafficking in Persons Report 2012, Indonesia merupakan negara sumber utama, tujuan, dan transit bagi perdagangan seks dan pekerja paksa perempuan serta anak-anak. Fadli mengatakan, sekitar 1,6 juta pekerja ilegal asal Indonesia bekerja di luar negeri. Tak kurang dari 70 persen di antaranya adalah wanita dan anak-anak yang dipekerjakan secara eksploitatif sebagai tenaga seks.

"Perbudakan lain masih banyak terjadi. Biasanya dalam kasus lebih besar bisa melibatkan sindikat human trafficking internasional," kata Fadli.

Seperti diketahui, pada Jumat (3/5/2013) lalu, aparat kepolisian berhasil membongkar praktik perbudakan di sebuah industri pengolahan limbah menjadi perangkat aluminium yang berlokasi di Kampung Bayur Opak RT 03 RW 06, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang, Banten. Sebanyak 34 orang buruh berhasil dibebaskan, dan sampai saat ini polisi telah mengamankan lima tersangka.

Para tersangka dikenakan Pasal 333 KUHP tentang perampasan kemerdekaan dan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Hal itu dilihat dari beberapa temuan, antara lain, pemilik pabrik tak membayar gaji sebagian besar buruh. Para buruh juga tak menerima fasilitas hidup yang layak, tak diizinkan beribadah shalat, dan bahkan dilarang istirahat, serta melakukan penganiayaan terhadap buruh.

Kini, kelima tersangka ditahan dan diperiksa di Polresta Tangerang. Sebanyak 34 buruh yang dibebaskan dari pabrik tersebut direncanakan untuk dipulangkan ke kampung masing-masing.

Sumber :

Opini :
Setiap manusia dimana pun mereka berada pasti memiliki hak dan kewajiban untuk mendapatkan kemerdekaan hidup mereka masing-masing, dari artikel diatas merupakan hal yang tidak dapat diterima jika manusia diperbudak dan diperdagangkan pada zaman modern seperti ini yang sudah mengerti setiap manusia memilki hak yang diterima seimbang dengan kewajiban yang telah dilakukan.
Kasus seperti ini sudah semestinya ditanggani dengan tegas karena masalah seperti ini juga dapat berlanjut dikemudian hari, masih banyak perdagangan manusia di negeri kita ini yang tidak kita ketahui masih banyak manusia negeri ini yang tidak dapat pengawalan hukum secara adil di Indonesia. Oleh karena itu kita sebisa mungkin untuk menegakkan keadilan dimulai dari diri kita sendiri.

Jumat, 05 April 2013

Konsep Ilmu Budaya Dasar


Hore... Unesco Setujui Batik Warisan Budaya dari Indonesia!

BOGOR, KOMPAS.com--Lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang membawahi masalah kebudayaan, UNESCO, telah menyetujui batik sebagai warisan budaya tak benda yang dihasilkan oleh Indonesia.

Keberhasilan itu telah dilaporkan oleh Menko Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pertemuan di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin.

Menurut Menko Kesra, peresmian batik sebagai warisan budaya tak benda dari UNESCO itu akan diselenggarakan pada suatu rangkaian acara pada 28 September 2009 hingga 2 Oktober 2009 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

"Kami telah menerima pemberitahuan dari UNESCO bahwa batik diakui sebagai satu warisan dunia yang dihasilkan dari bangsa Indonesia," ujarnya.

Untuk merayakan keberhasilan itu, lanjut dia, Presiden Yudhoyono mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk mengenakan pakaian batik demi penghargaan terhadap kebudayaan Indonesia tersebut.

"Presiden menyampaikan untuk memelihara itu. Menbudpar sendiri telah memberikan jaminan bahwa batik akan terus dibudayakan di Indonesia," ujarnya.

Warisan budaya tak benda kemanusiaan merupakan satu dari tiga daftar yang dibuat di bawah Konvensi UNESCO 2003 mengenai Perlindungan Warisan Budaya Tak Benda untuk Kemanusiaan.

Sejak 2008, pemerintah telah melakukan penelitian lapangan dan melibatkan komunitas serta ahli batik di 19 provinsi di Indonesia untuk menominasikan batik sebagai warisan budaya tak benda kemanusiaan dari UNESCO.

Menurut Menko Kesra, UNESCO menilai batik sebagai ikon budaya bangsa yang memiliki keunikan serta simbol dan filosofi yang mendalam mencakup siklus kehidupan manusia.

"Batik bukan hanya dianggap budaya yang berasal dari Indonesia, tetapi diakui sebagai satu representasi dari budaya tak benda dari kemanusiaan," ujarnya.

Sebagai kain tradisional, lanjut dia, batik kaya akan nilai budaya sebagai kerajinan tradisional yang diwarisi secara turun temurun.

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik mengatakan, sejak 2003 kebudayaan Indonesia telah diakui oleh UNESCO dengan diraihnya sertifikat wayang sebagai warisan budaya tak benda dan keris sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia.

Selanjutnya, menurut Jero, pemerintah sedang menominasikan angklung sebagai warisan budaya dari Indonesia.

"Kita terus memperjuangkan satu per satu karya budaya," ujarnya.

Sumber

Opini
Akhirnya batik menjadi suatu situs warisan budaya tak benda yang dihasilkan oleh indonesia, menjadi kebanggaan sendiri akan kekayaan budaya yang sudah sehari-hari dikenakan mendapat pengakuan dari UNESCO. Kita sendiri tahu akan pengklaiman budaya kita oleh negeri tetangga yang makin merajalela dan kian menjadi, apa saja bisa mereka klaim berasal dari negerinya. Oleh sebab itu kita juga harus mengerti budaya-budaya di negeri kita sendiri dan memulai gerakan untuk melersatrikan kebudayaan demi kelangsungan budaya  itu sendiri.
Menurut saya pemerintah juga harus cepat turun tanggan menangani krisis budaya yang terjadi di indonesia karena jika suatu saat budaya kita di klaim lagi, kita dapat memastikan kalau itu berasal dari Indonesia. Kita juga tidak bisa meminta pemerintah saja yang bekerja karena kitalah yang menjalankan pelestariannya sehingga pemerintah dapat berkolaborasi dan memperlancar jalannya pelestarian kebudayaan bangsa.

Selasa, 02 April 2013

Manusia dan Kebudayaan


Perayaan Sewindu Tahun Baru Sunda digelar di Bandung

Bandung - Sistem penanggalan merupakan salah satu kebutuhan esensial bagi manusia untuk mengetahui waktu dalam melaksanakan kehidupan. Dalam sistem penanggalan nusantara, terdapat berbagai macam siklus dengan waktu yang berbeda di setiap daerah. Salah satunya di tatar sunda, yang bulan ini tepat sewindu tahun baru kalender sunda 1 Suklapaksa Kartika 1949 Caka Sunda.

"Keberadaan penanggalan kalender sunda ini selain memiliki tujuan mengembangkan kebudayaan, juga pada akhirnya adalah untuk kesejahteraan rakyat. Maka khazanah warisan budaya asli bangsa ini diharapkan dapat menjadi semacam data sejarah titik awal kebangkitan intelektual bangsa dan sekalihus memperkokoh identitas bangsa," ujar Panitia Pelaksana Miranda H Wihardja kepada wartawan, di Sapulidi Sawah Resort Senin (22/10/2012).

Acara diawali dengan penampilan karinding, rajah bubuka Kidung Siliwangi Ambu Ottih Rostoyati dan doa bersama.

Selanjutnya, para tamu undangan dihibur oleh penampilan Angklung Buhun dan Tarawangsa.

Dalam acara ini juga dipaparkan Sewindu Kalender Sunda Caka Sunda oleh Miranda H Wihardja dari Bengkel Studi Budaya dan Prof Dr Suhardja D Wiramihardja dari Astronomi ITB. Juga kalender sunda menurut Pinisepuh Sunda dan menurut pewaris tahta, menurut waktu nusantara dan menurut penerus nusantara.

Acara akan ditutup oleh penampilan wayang goleh Putu Giri Hardja yang didalangi oleh Dede Chandra Sunarya.

Sumber

Opini
Memang erat kaitannya kebudayaan dengan manusia, terlihat dari kebudayaan di Indonesia yang memiliki ragam budaya. Sungguh hebat negeriku ini sampai detik ini banyak orang yang masih memikirkan untuk melestarikan budaya dari nusantara, tidak hanya "perayaan sewindu tahun baru sunda" namun budaya-budaya indonesia lainnya yang sudah mulai memudar di kalangan remaja zaman sekarang.
Dengan adanya perayaan-perayaan kita dibawa kembali ke masa lalu untuk mengingat estetika dari budaya yang sudah mulai terlupakan, ini juga sebuah bentuk penyelamatan kebudayaan agar generasi muda selalu menjaga dan melestarikan budaya-budaya yang terdapat di negeri ini.

ISD Sebagai Salah Satu MKDU


Kemendikbud Segera Laksanakan Gerakan Antiputus Sekolah

BANJARMASIN, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) segera melaksanakan program gerakan antiputus sekolah bagi pelajar sekolah dasar hingga sekolah menengah atas melalui pemberian beasiswa secara terus-menerus.

"Saat ini, angka putus sekolah di Indonesia masih relatif cukup tinggi sehingga perlu ada gerakan yang didukung oleh seluruh pihak terkait, baik melalui pendekatan program maupun sosial," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, di Banjarmasin, Sabtu (9/2/2013).

Pendekatan program dimaksud, kata dia, antara lain dengan memberikan beasiswa bagi anak-anak dari keluarga miskin mulai SD hingga SMP bahkan SMA. "Selama ini, anak-anak yang mendapatkan beasiswa di SD masih merasa khawatir kalau melanjutkan ke SMP atau SMA, tidak memiliki jaminan mendapatkan beasiswa kembali," jelas Mendikbud.

Kekhawatiran tersebut, kata dia, membuat angka putus sekolah--mulai tingkat SD hingga SMA--masih relatif sangat tinggi, apalagi yang bisa melanjutkan ke perguruan tinggi, angkanya masih sangat jauh.

Mendikbud menggambarkan, pada tahun 2007, dari 100 persen anak-anak yang masuk SD, yang melanjutkan sekolah hingga lulus hanya 80 persen, sedangkan 20 persen lainnya putus sekolah.

Dari 80 persen yang lulus SD, hanya sekitar 61 persen yang melanjutkan ke SMP maupun sekolah setingkat lainnya, kemudian dari jumlah tersebut yang sekolah hingga lulus hanya sekitar 48 persen.

"Tentu ini adalah jumlah yang sangat memprihatinkan, mengingat pendidikan SD--SMP merupakan pendidikan dasar yang seharusnya dimiliki oleh seluruh generasi muda Indonesia saat ini," katanya.

Sementara itu, dari 48 persen tersebut, yang melanjutkan ke SMA tinggal 21 persen dan berhasil lulus hanya sekitar 10 persen, sedangkan yang melanjutkan ke perguruan tinggi hanya sekitar 1,4 persen.

Selanjutnya, berdasarkan penelitan pada tahun 2011, terjadi sedikit peningkatan anak yang melanjutkan ke SMP dari 61 persen menjadi sekitar 70 persen, dan yang masuk perguruan tinggi menjadi 4,4 persen.

Menekan angka putus sekolah tersebut, kata dia, perlu gerakan serempak, bukan hanya dilakukan oleh pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pemerintah pusat, melainkan juga oleh guru, kepala sekolah, dan pihak sekolah lainnya.

Setiap sekolah, kata dia, harus memiliki data anak didikinya, dan mengawal mereka hingga lulus sekolah dan melanjutkan ke jenjang berikutnya. Bila ada yang tidak melanjutkan, kepala sekolah atau guru wajib mendatangi ke rumahnya dan mengantarkan langsung untuk mendaftar ke sekolah yang diinginkan karena telah ada jaminan beasiswa yang secara otomatis berkesinambungan.

"Jemput anak-anak yang tidak melanjutkan sekolah dan antar serta daftarkan, ini adalah tanggung jawab sosial kita," katanya.

Menurut Nuh, pendidikan merupakan jalur terbaik untuk memperbaiki kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat karena biasanya anak miskin yang tidak sekolah akan menikah dengan orang miskin juga, yang pada akhirnya juga akan melahirkan anak-anak yang lebih miskin. "Rantai kemiskinan ini yang harus kita putus melalui pendidikan," kata Nuh.

Sumber

Opini
Menurut saya pendidikan di Indonesia memang harus terus ditinggkatkan, agar sumber daya manusia yang bermutu dan berkualitas lebih banyak lagi di Indonesia. Untuk masa depan yang cerah para pemimpin bangsa harus jauh melihat ke masa depan demi pembangunan dan masuk ke era yang lebih baik lagi.
Karena saat ini pendidikan di Indonesia tergolong kurang menyeluruh dan bahkan bisa dibilang minim fasilitas pada daerah-daerah tertentu yang tidak terjangkau oleh pemerintah daerah, banyak juga anak-anak di Indonesia yang tidak dapat menerima pendidikan dikarenakan masalah-masalah tertentu (internal) memaksa untuk tidak memilih jalan pendidikan dikarenakan banyak alasan seperti biaya pendidikan di zaman sekarang yang semakin tinggi.

Jumat, 29 Maret 2013

Konsepsi Ilmu Budaya Dasar

Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang diekembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Istilah IBD dikembangkan petama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang astinya manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri. Untuk mengetahui bahwa ilmu budaya dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan.

Penyajian mata kuliah ilmu budaya dasar tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan demikian mata kuliah ini tidak dimaksudkan untuk mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang termasuk didalam pengetahuan budaya (the humanities) akan tetapi IBD semata-mata sebagai salah satu usaha untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nlai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri. Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut IBD diharapkan dapat :
  • Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka
  • Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemansiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
  • Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bagnsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat
  • Menguasahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain.
Dengan memiliki satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan akan lebih lancer dalam berkomunikasi.

Sumber
vaniaibd

Manusia dan Kebudayaan

Manusia pada dasarnya memiliki sifat dan perilaku masing-masing yang mengakibatkan kebiasaan manusia tersebut, berjalannya waktu kebiasaan tersebut menjadi kebiasaan turun temurun dan terus dilestarikan yang disebut kebudayaan. Dengan kata lain kebudayaan ada karena manusia yang menciptakan, oleh karena itu manusia dan kebudayaan erat kaitannya dan tidak dapat dipisahkan.

Manusia adalah mahluk yang berakal budi yang bisa berfikir untuk mensejahterakan hidupnya sendiri maupun kelompoknya. Manusia dapat menciptakan hal yang unik sampai yang terumit, hal itu yang membuat manusia dapat berkembang hingga sekarang ini. Karena manusia yang memiliki akal dan fikiran serta daya cipta yang tinggi seperti itu muncul kebiasaan-kebiasaan antar sesama manusia yang disebut dengan kebudayaan.

Kebudayaan merupakan adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. "Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni". Setiap manusia memiliki kebudayaan asal masing-masing yang dibawanya dari tempat asalnya, contoh kebiasaan manuisa dalam sekala kecil yaitu keluarga; masing-masing kelompok manusia atau keluarga pasti memiliki paeraturan atau kebiasaan-kebiasaan tertentu yang tidak dilakukan oleh keluarga yang lainnya.Kesimpulannya manusia dan kebudayaan memiliki hubungan yang sangat erat kaitannya, karena semua kegiatan manusia tidak jauh dengan kebudayaannya sendiri.

Sumber

ISD Sebagai Salah Satu MKDU

Ilmu sosial dasar merupakan pengetahuan tentang masalah-masalah sosial yang ada di lingkungan hidup dan memecahkan permasalahan tersebut dengan menggunakan pendekatan ilmu sosial dasar. Karena itu ilmu sosial dasar di jadikan salah satu mata kuliah dasar umum yang merupakan matakuliah wajib yang diberikan di perguruan tinggi negeri maupun swasta, untuk menjadikan mahasiswa tidak hanya mengerti tentang ilmu di bidangnya melainkan berguna juga dalam memecahkan masalah yang ada di lingkungan sekitarnya.

Tujuan Ilmu Sosial Dasar sebagai salah satu MKDU adalah sebagai berikut :

  • Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah-masalah sosial yang ada di dalam masyarakat.
  • Peka terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usaha menanggulanginya.
  • Menyadari setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya mendekatinya mempelajarinya secara kritis dan interdisipliner.
  • Memahami jalan pikiran para ahli dalam bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat berkomunikasi dengan mereka dalam rangka penanggulangan masalah sosial yang timbul dalam masyarakat.
Dengan kita mempelajari ilmu sosial dasar kita dapat lebih berguna bagi lingkungan sekitar kita dan lebih peduli lagi dengan situasi yang terjadi di sekitar kita.

Sumber

Kamis, 10 Januari 2013

Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan


PDIP Dorong RUU Pemerintahan Desa
Rachmadin Ismail - detikNews

Jakarta - Agar masyarakat desa tidak hanya jadi penonton pembangunan, pemerintah harus mengubah paradigma pembangunan yang selama ini lebih fokus ke perkotaan, ke pedesaan. Selain itu, harus ada regulasi yang lebih berpihak kepada masyarakat desa lewat UU Pemerintahan Desa.

"Harus ada regulasi yang berpihak pada rakyat di desa-desa, di kampung-kampung. Rakyat di desa tidak bisa hanya jadi penonton," ujar Ketua DPP PDIP bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Komarudin Watubun.

Hal itu dikatakan Komarudin dalam sambutan seminar bertajuk 'Pentingnya UU Pemerintahan Desa untuk Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat Desa' di kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jaksel, Selasa (25/12011).

Hadir dalam acara tersebut ratusan kepala desa dari Jawa Barat, Yogyakarya, Banten,
Lampung dan Papua.

Menurut dia, sudah 50 tahun lebih paradigma pembangunan dari kota ke desa disuarakan. Namun, katanya, paradigma itu tidak banyak berpengaruh kepapada kesejahteraan masyarakat desa.

"65 Tahun kita membangun dari kota ke desa. Tapi uang justru nyangkut di departemen-departemen," kata dia.

Sementara itu, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri mempertanyakan apakah kepala daerah
siap menjalankan, jika UU Pemerintahan Desa akhirnya disahkan. Sebab, banyak UU
dibuat namun tidak dilaksanakan.

"Kalau datang ke sini hanya sekedar UU Pemerintahan Desa. Betul apa pasal-pasalnya
mau dijalankan?" kata Megawati.

Sumber :

Pendapat :
Menurut pendapat saya masyarakat pedesaan memang harus lebih aktif lagi dalam hal-hal yang lebih memajukan bagi desanya, jangan telalu berpaku tangan dengan pemerintah pusat karena pemerintah pusat juga belum tentu dapat mengatasi persoalan yang ada. Pada dasarnya persoalan atau masalah yang ada disekitar kita pastilah hanya orang sekitar yang paling tahu, oleh karena itu jika bisa diusahakan sendiri sebisanya dikerjakan. Dengan kata lain masyarakat pedesaan bisa sederajat kesejahteraannya dengan masyarakat perkotaan bahkan masyarakat bisa lebih mandiri dari pada masyarakat perkotaan.